BENGKULU, GK – Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Bengkulu pada September 2026 mencatatkan nilai ekspor sebesar US$9,37 juta. Sementara itu, tidak ada aktivitas impor yang tercatat masuk ke wilayah Provinsi Bengkulu selama periode tersebut.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu yang dirilis pada 2 November 2026 menunjukkan, meskipun ekspor pada September masih berjalan positif, secara kumulatif nilai ekspor Bengkulu sepanjang Januari hingga September 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
BPS mencatat, total nilai ekspor Provinsi Bengkulu selama Januari-September 2026 mencapai US$64,61 juta. Angka tersebut turun 16,61 persen dibandingkan periode Januari-September 2025 yang mencapai US$77,49 juta.
Penurunan nilai ekspor tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu mendapat perhatian dalam upaya memperkuat kinerja perdagangan luar negeri daerah, terutama melalui peningkatan kapasitas produksi, penguatan komoditas unggulan, serta perluasan akses pasar internasional.
Di sisi lain, tidak adanya impor sepanjang September turut membuat neraca perdagangan Bengkulu tetap berada dalam posisi surplus.
Secara kumulatif, neraca perdagangan Provinsi Bengkulu pada Januari-September 2026 mencatatkan surplus sebesar US$64,61 juta. Namun, capaian tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang mencatat surplus US$77,49 juta atau mengalami penurunan sebesar 16,61 persen.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa perdagangan luar negeri Bengkulu masih ditopang oleh aktivitas ekspor, sementara ketergantungan terhadap barang impor relatif tidak terlihat dalam catatan perdagangan pada periode September 2026.
Ke depan, peningkatan nilai ekspor menjadi tantangan penting bagi perekonomian Bengkulu. Optimalisasi komoditas unggulan daerah, peningkatan nilai tambah produk, serta penguatan daya saing pelaku usaha lokal di pasar global menjadi langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan perdagangan luar negeri.(Red)






