BENGKULU, GK — DPW Partai Perindo Provinsi Bengkulu mulai mematangkan strategi politik menghadapi Pemilu 2029. Konsolidasi dilakukan melalui Workshop Bedah Daerah Pemilihan (Dapil) yang sekaligus menjadi ruang evaluasi organisasi dan persiapan menghadapi tahapan verifikasi partai politik.
Workshop yang digelar pada 20 September 2026 tersebut menjadi bagian dari konsolidasi internal Perindo Bengkulu. Selain membedah peta dapil, kegiatan diarahkan untuk memperkuat kesiapan verifikasi serta melakukan pemutakhiran dan penguatan Kartu Tanda Anggota (KTA) secara offline.
Ketua DPW Partai Perindo Provinsi Bengkulu, Yurman Hamedi, mengatakan pengalaman mengikuti Pemilu 2019 dan 2024 menjadi modal penting bagi partainya dalam menyusun strategi menghadapi kontestasi politik 2029.
Menurut Yurman, pengalaman dua kali mengikuti pemilu memberikan sejumlah pelajaran bagi jajaran Perindo untuk melakukan evaluasi sekaligus memperbaiki strategi organisasi dan politik.
“Ini menjadi pemilu ketiga bagi Perindo. Dari pengalaman 2019 dan 2024, tentu banyak hal yang sudah kami pelajari. Pengalaman tersebut akan menjadi bahan untuk menyusun strategi yang lebih matang,” ujar Yurman.
Ia mengatakan konsolidasi yang dilakukan tidak semata-mata untuk memenuhi persyaratan administratif. Perindo Bengkulu juga mulai memetakan potensi politik di setiap daerah pemilihan, termasuk membangun komunikasi dengan sejumlah tokoh yang dinilai berpotensi bergabung.
“Kami tentu ingin mempertahankan keberadaan Perindo di lembaga legislatif sekaligus meningkatkan perolehan kursi di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” katanya.
Yurman menegaskan peningkatan jumlah kursi legislatif menjadi salah satu sasaran yang hendak dicapai pada Pemilu 2029.
“Target kami tentu meningkatkan kursi. Setidaknya ada penambahan kursi dari hasil yang sudah ada sekarang,” ujarnya.
Perkuat Struktur hingga Pemetaan Caleg
Kepala Bidang Organisasi DPP Partai Perindo, Juang Akbar Magenda, mengatakan Bengkulu menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Menurut Juang, workshop tersebut memiliki fungsi strategis karena pembahasan tidak hanya menyangkut target politik, tetapi juga kesiapan kelembagaan menghadapi tahapan verifikasi partai politik.
“Yang kita perkuat adalah kelembagaan dan keorganisasian. Dalam jangka pendek, fokusnya adalah memastikan seluruh persyaratan untuk verifikasi partai politik dapat dipenuhi,” ujar Juang.
Selain penguatan struktur, kata dia, pemetaan calon anggota legislatif juga mulai dilakukan. Penjaringan figur potensial dinilai perlu dipersiapkan lebih awal agar partai memiliki waktu yang cukup untuk melakukan konsolidasi.
Sebelumnya, DPW Perindo Bengkulu juga menyatakan penguatan struktur organisasi dilakukan hingga tingkat kecamatan dan desa/kelurahan.
Pada Juni 2026, Perindo Bengkulu menyebut struktur kepengurusan tingkat provinsi hingga 10 kabupaten/kota telah terbentuk. Sementara itu, pembentukan kepengurusan di tingkat kecamatan masih terus dikebut.
Perindo Soroti Ambang Batas Parlemen
Dalam kesempatan tersebut, Juang turut menyampaikan pandangan Partai Perindo terkait wacana perubahan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold.
Ia mengatakan Perindo berpandangan agar ambang batas parlemen tidak dinaikkan. Bahkan, partainya mendorong agar ketentuan tersebut dapat dikaji untuk diturunkan.
Menurut Juang, isu ambang batas parlemen berkaitan dengan representasi suara pemilih dalam sistem demokrasi. Namun, ia menegaskan pembahasan mengenai besaran ambang batas tersebut masih menjadi bagian dari proses politik dan hukum yang berkembang.
“Kami berpandangan agar ambang batas parlemen tidak dinaikkan. Bahkan, kami mendorong agar dapat diturunkan,” katanya.
Workshop tersebut menjadi bagian dari agenda awal Perindo Bengkulu dalam menata persiapan menuju Pemilu 2029. Penguatan struktur organisasi, pemutakhiran data anggota, persiapan verifikasi, pemetaan dapil hingga penjaringan calon legislatif menjadi sejumlah agenda yang mulai disiapkan secara bertahap.
Konsolidasi tersebut sekaligus menjadi upaya Perindo Bengkulu mengevaluasi pengalaman pada dua pemilu sebelumnya dan menerjemahkannya ke dalam strategi organisasi untuk menghadapi kontestasi politik 2029.(Red)






