Kota Bengkulu, GK — Suasana turnamen minisoccer DPD PKS Kota Bengkulu dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mendadak semakin semarak. Bukan hanya karena persaingan di lapangan, tetapi juga aksi spontan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi PKS, Rahmad Widodo.
Momen itu terjadi saat laga antara tim Singaran Pati dan Kampung Melayu. Rahmad Widodo hadir menyaksikan langsung pertandingan. Ia datang tidak dengan tangan kosong. Buah tangan berupa makanan dibawa untuk dinikmati para peserta turnamen yang tengah berjuang di lapangan.
Kehadiran Rahmad pun mendapat sambutan hangat. Ia tampak berbaur dengan para pemain dan mengikuti jalannya pertandingan dari pinggir lapangan.
Namun, ada satu momen yang membuat suasana pertandingan semakin meriah.
Saat pemain Singaran Pati bernama Arif berhasil mencetak gol, Rahmad Widodo secara spontan mengangkat uang tunai pecahan Rp50 ribu. Uang tersebut kemudian diberikan langsung kepada Arif sebagai hadiah atas gol yang dicetaknya.
Sontak, seisi lapangan dipenuhi tepuk tangan dan sorak-sorai. Arif pun terlihat senang bukan kepalang menerima hadiah spontan tersebut.
Bagi para pemain, momen sederhana itu tentu menjadi pengalaman tersendiri. Gol yang biasanya hanya menjadi bagian dari statistik pertandingan, kali ini berubah menjadi kenangan manis karena mendapat apresiasi langsung dari wakil rakyat.
Rahmad Widodo mengatakan kehadirannya dalam kegiatan tersebut bukan sekadar untuk menyaksikan pertandingan. Ia ingin memberikan dukungan dan semangat kepada para peserta yang telah ikut memeriahkan peringatan HUT ke-81 RI.
Sikap tersebut juga menunjukkan bagaimana seorang anggota legislatif dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya berada di ruang rapat atau menjalankan fungsi kelembagaan, tetapi juga hadir di tengah aktivitas warga, menyaksikan kegembiraan mereka, sekaligus memberikan apresiasi secara langsung.
Turnamen minisoccer PKS Kota Bengkulu sendiri menjadi salah satu kegiatan untuk mempererat silaturahmi antarkader sekaligus menyemarakkan momentum kemerdekaan.
Bagi Arif, hadiah Rp50 ribu mungkin bukanlah sesuatu yang besar. Namun, cara hadiah itu diberikan membuat nilainya menjadi berbeda. Ada perhatian, penghargaan, dan kebahagiaan yang hadir di tengah pertandingan.
Ya, begitulah sejatinya kehadiran wakil rakyat yang ditunggu masyarakat. Kehadirannya tidak hanya diharapkan membawa solusi ketika ada persoalan, tetapi juga mampu hadir dalam momen-momen sederhana untuk berbagi semangat dan kebahagiaan bersama masyarakat.
Dan siang itu, sebuah gol Arif menjadi bukti kecil bahwa politik juga bisa hadir dengan cara yang sederhana: datang, menyaksikan, mengapresiasi, lalu membuat orang lain tersenyum.(Red)






