Bengkulu, GK – Sebanyak 20 calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Bengkulu mengikuti tahapan uji kompetensi dasar berbasis Computer Assisted Test (CAT) dan penulisan makalah dalam proses Seleksi Pimpinan BAZNAS Provinsi Bengkulu Tahun 2026, Selasa (30/6).
Pelaksanaan seleksi berlangsung di Gedung Serba Guna SMKN 1 Kota Bengkulu dan menjadi tahapan lanjutan setelah para peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi. Dari total 23 pendaftar, sebanyak 20 peserta berhak melanjutkan ke tahapan ini.
Pembukaan kegiatan dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni yang juga menjabat Ketua Tim Seleksi Pimpinan BAZNAS Provinsi Bengkulu 2026, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Prof. Waryono Abdul Ghofur, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Saefudin Latief, Ketua MUI Provinsi Bengkulu, Asisten I Pemerintah Daerah, unsur Kesra, panitia seleksi, serta para peserta.
Dalam sambutannya, Herwan Antoni menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berhasil melewati tahap awal seleksi. Ia berharap seluruh peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam mengikuti tes CAT melalui aplikasi Simzat dan penulisan makalah.
“Selamat kepada peserta yang telah lolos seleksi tahap pertama. Dari hasil uji kompetensi dan penulisan makalah ini nantinya akan dipilih 10 peserta terbaik untuk mengikuti tahapan wawancara,” ujar Herwan.
Ia juga menilai pengelolaan zakat di Provinsi Bengkulu terus menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, kepemimpinan BAZNAS yang baru diharapkan mampu semakin meningkatkan penghimpunan dan pendayagunaan zakat demi mendukung program Pemerintah Provinsi Bengkulu, khususnya program “Bantu Rakyat”.
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Waryono Abdul Ghofur, mengapresiasi Pemerintah Provinsi Bengkulu yang telah memfasilitasi proses seleksi pimpinan BAZNAS secara terbuka dan profesional.
Menurutnya, peningkatan penghimpunan zakat di Bengkulu menjadi indikator keberhasilan pengelolaan zakat yang perlu terus ditingkatkan melalui kepemimpinan yang kompeten dan berintegritas.
“Zakat memiliki peran strategis dalam membantu mengurangi angka kemiskinan apabila dikelola secara profesional dan akuntabel. Karena itu, pimpinan BAZNAS harus mampu memperkuat kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak,” katanya.
Prof. Waryono menambahkan, zakat merupakan salah satu pilar utama dalam ajaran Islam yang memiliki dampak besar terhadap kesejahteraan umat. Karena itu, BAZNAS diharapkan mampu berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera melalui tata kelola zakat yang amanah.
Setelah seluruh tahapan seleksi selesai, peserta yang terpilih sebagai pimpinan BAZNAS Provinsi Bengkulu juga akan mengikuti program BAZNAS Collaborative Leadership (BCL) sebagai bagian dari penguatan kapasitas kepemimpinan.
Adapun 20 peserta yang mengikuti seleksi terdiri dari unsur ulama, tokoh masyarakat Islam, tenaga profesional, dan petahana, yakni Erwin Jorhanes, Muhidin, Etra Yunardi, Ahadin, Harmudya, Puji Dwianto, Tabran, Indah Budiyanti, Syubli, Noveriyanto, Meriyani, Nazief Susila Dharma, Nopianto, Zulkarnain Kaka Jodho, Yulkamra, Uyun, Safrizal, Adi Sukmono, Al Bahri, dan Romli Bin Ronan.
Mereka akan bersaing memperebutkan 10 besar yang berhak melaju ke tahap wawancara sebelum ditetapkan sebagai pimpinan BAZNAS Provinsi Bengkulu periode 2026.(Rls)







