Pemprov Bengkulu Kick Off Program Pembiayaan Hijau di Bengkulu Utara

Kembalikan Hutan Bengkulu, Pemprov Bengkulu Kick Off Program Pembiayaan Hijau di Bengkulu Utara

Bengkulu, GK – Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (DLHK) menegaskan komitmennya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan melalui pengesahan Dokumen Rencana Aksi Integrated Area Development – Akselerasi Sadar Alam (IAD-ASA) dan Sosialisasi Program Blended Finance Model (BFM) Kabupaten Bengkulu Utara yang digelar di Hotel Mercure Bengkulu, Kamis (25/6).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Utara, perwakilan kementerian dan lembaga terkait, mitra pembangunan, lembaga donor, lembaga keuangan, akademisi, tokoh masyarakat, kelompok tani, nelayan, hingga pegiat lingkungan.

Bacaan Lainnya

Mewakili Gubernur Bengkulu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu, Safni, S.Hut., menyampaikan bahwa Bengkulu Utara memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, mulai dari kawasan hutan, pesisir, pertanian, perkebunan hingga keanekaragaman hayati yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.

Namun di sisi lain, berbagai tantangan lingkungan juga terus dihadapi, seperti alih fungsi lahan, deforestasi, degradasi ekosistem pesisir, serta dampak perubahan iklim yang semakin nyata.

“Melalui pendekatan IAD-ASA, kita berupaya menghadirkan pembangunan kawasan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan kelestarian lingkungan. Masyarakat menjadi subjek utama dalam proses pembangunan ini,” ujar Safni saat membacakan sambutan Gubernur Bengkulu.

Menurutnya, program IAD-ASA diperkuat dengan skema Blended Finance Model (BFM), yaitu model pembiayaan inovatif yang menggabungkan dana pemerintah, sektor swasta, filantropi, serta investasi berdampak untuk mendukung proyek-proyek pembangunan hijau dan berkelanjutan.

Pemprov Bengkulu menilai Bengkulu Utara sangat layak menjadi daerah percontohan implementasi program tersebut. Selain memiliki kawasan konservasi yang berdampingan dengan wilayah produksi masyarakat, daerah ini juga mempunyai potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan ekowisata yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Safni menjelaskan, pengesahan Rencana Aksi IAD-ASA menjadi tonggak penting karena menandai peralihan dari tahap perencanaan menuju implementasi yang terukur dengan target, indikator, dan pembagian tugas yang jelas bagi seluruh pemangku kepentingan.

Sementara itu, peluncuran Program BFM menjadi awal kerja sama konkret antara pemerintah, sektor swasta, dan mitra pembiayaan dalam merealisasikan berbagai program pembangunan, mulai dari restorasi ekosistem, pengembangan usaha masyarakat berbasis lingkungan, hingga pembangunan infrastruktur hijau.

“Keberhasilan program ini tidak diukur dari banyaknya dokumen yang disahkan, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat, seperti meningkatnya pendapatan, terjaganya kualitas lingkungan, dan tumbuhnya ketahanan ekonomi yang inklusif,” tegasnya.

Pemprov Bengkulu juga berkomitmen memastikan keselarasan kebijakan daerah, memperkuat koordinasi lintas sektor, mendorong keterlibatan investor, serta mengawal agar manfaat program dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat.

Melalui kolaborasi seluruh pihak, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap IAD-ASA dan BFM dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan yang mampu menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bengkulu Utara secara berkelanjutan.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *