Bupati Siak Bagikan Kisah Haru Perjuangan Cari Kerja, Dari Jual Koran hingga Pimpin Daerah

GK – Sebuah kisah inspiratif dibagikan Bupati Siak melalui media sosial pribadinya. Dalam unggahannya, ia mengenang masa-masa sulit saat baru menyelesaikan pendidikan sarjana dan berjuang mencari pekerjaan sebelum akhirnya dipercaya memimpin Kabupaten Siak.

Cerita tersebut bermula ketika seorang rekannya, Syamsul Bahri, mengirimkan pesan yang mengingatkan sebuah foto lama sekitar 17 tahun silam. Dalam foto itu terlihat dirinya sedang menjajakan koran di jalanan Kota Pekanbaru bersama rekan-rekan redaksi harian Pekanbaru Pos.

Bacaan Lainnya

“Bukan karena badan masih ala anak gadis, tetapi karena foto itu mengembalikan ingatan pada perjuangan belasan tahun lalu,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Ia mengungkapkan, meskipun menyandang predikat lulusan terbaik dari salah satu universitas di Jawa Timur, mendapatkan pekerjaan di kampung halaman bukanlah perkara mudah.

Saat itu, lowongan kerja di Siak sangat terbatas, sementara dirinya tidak memiliki koneksi maupun relasi yang dapat membantu memperoleh pekerjaan, termasuk menjadi tenaga honorer di lingkungan pemerintah daerah.

Kondisi keluarga yang tengah mengalami kesulitan ekonomi semakin menambah tantangan. Sang ayah saat itu terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan membantu ibunya berjualan lontong sayur untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Tidak ingin menjadi beban orang tua yang telah bersusah payah membiayai pendidikan, ia memutuskan kembali merantau ke Pekanbaru untuk mencari pekerjaan.

Kesempatan pertama datang saat diterima bekerja di Pekanbaru Pos. Namun, saat itu ia masih berstatus magang dengan penghasilan yang sangat terbatas. Bahkan, demi menenangkan hati ibunya, ia mengaku menerima gaji Rp2 juta per bulan, padahal kenyataannya jauh di bawah angka tersebut.

Meski demikian, kecintaannya terhadap dunia jurnalistik membuatnya bertahan dan terus berkembang. Baginya, profesi wartawan telah mengajarkan nilai-nilai idealisme, integritas, dan profesionalisme yang menjadi bekal penting dalam perjalanan hidupnya.

“Cita-cita hidup hanya ingin istiqomah menjadi orang baik,” tulisnya.

Perjalanan kariernya kemudian terus menanjak. Sambil bekerja sebagai jurnalis, ia berhasil menyelesaikan pendidikan magister, meniti karier hingga menjadi pemimpin redaksi di Jakarta, diterima sebagai dosen, dipercaya membantu di kementerian, serta melanjutkan pendidikan doktoral.

Berbagai pengalaman membawanya berkeliling Nusantara hingga mancanegara sebelum akhirnya kembali ke tanah kelahiran. Takdir kemudian membawanya masuk ke dunia politik dan mendapatkan amanah sebagai Bupati Siak.

Menurutnya, seluruh perjalanan hidup tersebut dijalani dengan penuh rasa syukur. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para pelanggan koran yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

“Apapun jalan hidup, selalu dinikmati dan disyukuri. Terima kasih untuk setiap orang, kenangan, dan perjalanan yang membentuk diri menjadi lebih kuat setiap hari,” ungkapnya.

Kisah tersebut mendapat respons positif dari masyarakat dan warganet. Banyak yang menilai pengalaman hidup sang bupati menjadi bukti bahwa kerja keras, ketekunan, dan kesabaran dapat mengantarkan seseorang melewati berbagai keterbatasan hingga meraih kesuksesan.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *