Sumardi Ajak Masyarakat Sikapi Kenaikan BBM Secara Bijak, Dorong Adaptasi Gaya Hidup Baru

Drs. H. Sumardi, M.M - Ketua DPRD Provinsi Bengkulu

Bengkulu, GK – Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Sumardi, mengajak masyarakat menyikapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi secara bijak dengan mulai beradaptasi terhadap perubahan kondisi ekonomi.

Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai di kediamannya, Jumat (24/4). Ia menegaskan, kenaikan harga BBM jenis Dexlite, Pertamina Dex, dan Pertamina Turbo akan berdampak luas terhadap berbagai sektor, terutama harga barang dan jasa.

Bacaan Lainnya

“Yang jelas kenaikan ini akan berdampak luas terhadap kenaikan barang dan jasa serta inflasi. Itu sudah pasti,” ujar Sumardi.

Menurutnya, kondisi ini merupakan konsekuensi dari situasi ekonomi global yang saat ini sedang tidak stabil. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk mulai melakukan penyesuaian dalam kehidupan sehari-hari.

Sumardi menjelaskan, efek domino dari kenaikan BBM akan dirasakan mulai dari sektor transportasi hingga distribusi barang. Kenaikan tarif angkutan, termasuk tiket perjalanan dan biaya logistik, akan berimbas langsung pada harga kebutuhan di pasaran.

“Kalau tiket naik, biaya kargo juga naik. Artinya barang-barang ikut naik. Bahkan dari hal kecil seperti plastik kantong sampah pun berpotensi naik,” jelasnya.

Ia menilai, potensi inflasi saat ini sudah berada di depan mata, tinggal menunggu seberapa besar dampaknya. Namun, pengendalian tetap bisa dilakukan melalui peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Bank Indonesia dan pemangku kepentingan lainnya.

Meski demikian, Sumardi menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menekan dampak tersebut, salah satunya dengan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu serta membatasi mobilitas.

“Kita tidak perlu menjalani hal-hal yang berlebihan. Kurangi perjalanan yang tidak penting, hemat penggunaan bahan bakar. Ini bagian dari adaptasi kehidupan baru,” katanya.

Ia juga mengakui bahwa kenaikan harga akan berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat, terutama untuk barang-barang di luar kebutuhan pokok.

“Mau tidak mau daya beli akan turun. Kecuali untuk kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, dan papan,” tambahnya.

Sumardi berharap masyarakat dapat tetap tenang dan tidak panik, serta mulai membangun pola hidup yang lebih efisien di tengah tekanan ekonomi saat ini.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *