Bengkulu, GK – Wakil Gubernur Bengkulu Mian melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Bengkulu yang berlokasi di Jalan Raden Fatah, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, Kamis (22/1/2026).
Sidak tersebut dilakukan guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal dan sesuai dengan standar pelayanan publik.
Dalam kegiatan tersebut, Wagub Mian didampingi Direktur Lalu Lintas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno serta Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bengkulu Hadianto.
Rombongan meninjau langsung sejumlah loket pelayanan serta berdialog dengan petugas dan masyarakat yang sedang mengurus administrasi pajak kendaraan bermotor.
Wagub Mian menegaskan bahwa Samsat memiliki peran strategis dalam menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bengkulu.
Oleh karena itu, kualitas pelayanan kepada wajib pajak harus terus dijaga dan ditingkatkan agar masyarakat merasa nyaman dan terlayani dengan baik.
“Samsat ini merupakan salah satu lumbung PAD Provinsi Bengkulu. Maka pelayanan kepada masyarakat tidak boleh biasa-biasa saja. Kita ingin masyarakat merasakan pelayanan yang cepat, ramah, dan transparan,” ujar Mian.
Menurutnya, pengecekan langsung di lapangan penting dilakukan untuk mengetahui secara nyata kondisi pelayanan, termasuk kendala yang masih dirasakan masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, Wagub Mian juga menyempatkan diri berbincang dengan sejumlah wajib pajak untuk mendengar masukan dan saran secara langsung.
“Kami ingin tahu langsung dari masyarakat, apa yang masih perlu diperbaiki. Ini menjadi bahan evaluasi agar ke depan pelayanan Samsat semakin baik,” katanya.
Mian menambahkan, peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi salah satu komitmen pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu Helmi–Mian.
Pelayanan yang humanis, mudah, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat menjadi fokus utama pemerintah daerah, khususnya dalam layanan perpajakan.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu sebelumnya telah memberikan apresiasi berupa reward kepada masyarakat yang taat membayar pajak kendaraan bermotor.
Program tersebut dinilai cukup efektif dalam mendorong kepatuhan wajib pajak.
“Pada tahun 2025 lalu kita sudah memberikan reward kepada masyarakat yang taat pajak. Ke depan, peluang itu tetap terbuka untuk kembali kita laksanakan,” ungkapnya.
Menurut Mian, bentuk reward dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah dan capaian PAD. Jika pendapatan daerah menunjukkan tren positif, pemerintah tidak menutup kemungkinan memberikan hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi.
“Nanti tentu kita koordinasikan terlebih dahulu dengan Pak Gubernur. Kalau PAD meningkat, reward bisa kita berikan lagi. Bentuknya bisa bermacam-macam, bisa umrah atau penghargaan lainnya,” pungkas Mian.
Melalui sidak ini, Pemprov Bengkulu berharap kepercayaan masyarakat terhadap layanan Samsat semakin meningkat, seiring dengan upaya pemerintah menghadirkan pelayanan publik yang profesional dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.(Red)







