BUSAN, GK – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan Baktiar Najamudin, kembali menorehkan prestasi di kancah internasional dengan menerima gelar Doctor Honoris Causa (Dr. HC) di bidang International Regional Studies dari Korea Maritime and Ocean University (KMOU), Rabu (1/4).
Penganugerahan gelar doktor kehormatan tersebut berlangsung khidmat di Kim Kang-hee Hall, KMOU Library, distrik Yeongdo-gu, Busan, dan dipimpin langsung oleh Presiden KMOU, Ryoo Dong-Keun. Prosesi ini turut dihadiri civitas academica serta sejumlah akademisi ternama Korea Selatan.
Gelar ini menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi dan komitmen Sultan dalam mendorong kerja sama internasional berbasis kemaritiman, serta perannya dalam mengadvokasi pembangunan daerah kepulauan dan masyarakat pesisir di Indonesia. Penilaian tersebut juga diperkuat oleh promotor Kim Soo-il yang mengikuti kiprah Sultan dalam berbagai forum internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Sultan menyampaikan orasi ilmiah yang menekankan pentingnya peran laut sebagai penghubung peradaban dan fondasi masa depan kerja sama global.
“Laut adalah pemersatu peradaban. Laut bukan sekadar ruang geografis, tetapi jembatan yang menghubungkan bangsa-bangsa melalui kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya arah pembangunan global yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial. Menurutnya, konsep ekonomi hijau (green economy) dan ekonomi biru (blue economy) menjadi kunci dalam membangun masa depan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sultan menyampaikan apresiasi kepada KMOU atas penghargaan yang diberikan. Ia menilai institusi tersebut memiliki peran besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kemaritiman yang sangat relevan bagi Indonesia sebagai negara kepulauan.
“Bagi Indonesia, ini sangat strategis. Kita adalah negara maritim yang membutuhkan penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan,” katanya.
Selain prosesi penganugerahan, kunjungan Sultan ke Busan juga dirangkaikan dengan peluncuran Forum Kerja Sama Maritim Korea–Indonesia bersama pelaku industri, sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara kedua negara di sektor strategis tersebut.
Lebih lanjut, Sultan menegaskan bahwa gelar kehormatan ini membawa tanggung jawab moral untuk terus memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan, serta mendorong kerja sama yang lebih konkret dan berdampak bagi kemajuan daerah.
Sebagai Ketua DPD RI, ia juga terus mendorong penguatan peran daerah dalam pembangunan nasional, termasuk melalui inisiatif legislasi Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan yang berpihak pada wilayah pesisir dan optimalisasi potensi kelautan Indonesia.
Penganugerahan ini menjadi momentum penting bagi Indonesia dalam memperkuat diplomasi maritim di tingkat global, sekaligus menegaskan posisi strategis daerah dalam mendukung pembangunan nasional berbasis kelautan.(Rls)







