Bengkulu, GK – Sabtu pagi yang cerah itu (4/10/2025), suasana di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bengkulu terasa sedikit berbeda. Deru kipas angin dan kue kering ala kadarnya seolah menyambut kedatangan tamu istimewa Hj. Erna Sari Dewi, S.E., M.H., anggota DPR RI Komisi VII yang juga pernah mengawali kariernya di dunia jurnalistik.
Dengan senyum ramah dan langkah bersahaja, Erna yang akrab disapa ESD menyapa satu per satu wartawan yang hadir.
“Saya merasa seperti pulang ke rumah sendiri,” ucapnya sambil tertawa kecil, mengingat masa-masa ketika dirinya masih aktif sebagai presenter TVRI Bengkulu.
Kunjungan ESD ke PWI ini merupakan bagian dari agenda kunjungan kerja dapilnya ke Provinsi Bengkulu. Namun bagi Erna, pertemuan di kantor wartawan ini terasa lebih dari sekadar agenda formal. Ada rasa rindu, ada nostalgia, dan ada semangat lama yang kembali menyala.
“Teman-teman pers adalah sahabat saya dalam memperjuangkan kepentingan rakyat,” katanya dengan nada penuh penghargaan.
Obrolan mengalir hangat. Tak ada jarak antara legislator dan wartawan. ESD berbagi kisah perjuangan di Senayan, sementara para jurnalis berbagi cerita tentang dinamika pemberitaan di daerah. Dari topik energi hingga isu sosial, semua dibahas santai—seperti sahabat lama yang lama tak bersua.
Tak lupa, ESD menegaskan komitmennya untuk terus mendukung insan pers di Bengkulu.
“Saya siap memfasilitasi agenda-agenda PWI. Karena saya dan wartawan adalah bagian yang tak terpisahkan,” ujarnya tegas, disambut anggukan setuju dari para pengurus.
Sementara itu, Supratman, salah satu pengurus PWI yang juga pemilik media lokal, mengaku bangga atas kunjungan tersebut.
“Terima kasih atas kehadirannya, ayuk Erna. Inilah PWI Bengkulu, mohon terus dibantu. Saat ini anggota kami sudah mencapai ratusan orang,” ungkapnya.
Pertemuan sederhana itu berakhir dengan tawa dan sesi foto bersama. Namun bagi banyak wartawan yang hadir, momen itu bukan sekadar kunjungan, melainkan sebuah reuni kecil antara jurnalis dan mantan jurnalis yang kini berjuang di parlemen.
Di sudut ruang kecil nan sederhana dan diisi dengan obrolan santai, terjalin kembali benang silaturahmi yang tak lekang oleh waktu menghubungkan dunia pers dan politik, dua ranah yang sama-sama lahir dari semangat melayani publik. (Nasti)







