Saipullah Nasution Kembali Nahkodai IKANAS

Saipullah Nasution - Ketua umum Ikanas

Jakarta, GK – Keluarga besar Ikatan Keluarga Nasution (IKANAS) resmi menetapkan H. Saipullah Nasution, SH., MM., sebagai Ketua Umum untuk masa bakti 2026–2031. Penetapan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Nasional (Munas) yang digelar di Jakarta pada Sabtu (11/4).

Saipullah kembali dipercaya memimpin organisasi secara aklamasi, setelah seluruh peserta Munas memberikan dukungan penuh tanpa adanya calon lain. Proses pengambilan keputusan berjalan lancar dalam suasana kebersamaan yang kental, mencerminkan soliditas internal organisasi.

Forum Munas menilai Saipullah sebagai figur yang tepat untuk melanjutkan kepemimpinan IKANAS. Pengalamannya dinilai mampu memperkuat peran organisasi sekaligus menjaga kekompakan antaranggota marga Nasution di berbagai daerah.

Dalam pidato perdananya usai ditetapkan, Saipullah Nasution menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya. Ia menegaskan kesiapannya mengemban amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab.

”Amanah ini adalah tanggung jawab besar. Fokus utama kita ke depan adalah memperkuat struktur organisasi, mendorong pemberdayaan ekonomi warga Ikanas, serta tetap melestarikan nilai-nilai adat dan budaya Mandailing sebagai identitas kita,” ujar Saipullah di hadapan para peserta Munas.

Terpilihnya Saipullah untuk periode kedua mendapat respons positif dari berbagai kalangan internal organisasi. Kapasitasnya di bidang profesional maupun organisasi diyakini dapat membawa IKANAS semakin adaptif menghadapi perkembangan zaman.
Rangkaian Munas ditutup dengan prosesi adat serta doa bersama.

Momen tersebut menjadi simbol dimulainya kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa IKANAS ke arah yang lebih maju dan berdaya guna.

Para pengurus wilayah dan cabang yang hadir juga menyatakan komitmen untuk mendukung program kerja ke depan. Dengan kepemimpinan yang berlanjut, IKANAS diharapkan semakin solid serta mampu menjawab berbagai tantangan tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang menjadi jati diri organisasi.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *