Kota Bengkulu, GK – Kekhawatiran warga terhadap keberadaan sebuah tower telekomunikasi menjadi sorotan utama dalam kegiatan reses masa sidang ke-III tahun 2025 yang digelar Anggota Komisi III DPRD Kota Bengkulu Fraksi Demokrat, Reni Heryanti, S.H, pada Senin (8/12) di kediamannya.
Reses yang berlangsung hangat dan terbuka itu memperlihatkan bagaimana masyarakat masih membutuhkan kehadiran wakil rakyat untuk memberikan kepastian dan perlindungan, terutama terkait persoalan yang menyangkut keamanan lingkungan.
Dalam dialog bersama warga, isu tower telekomunikasi menjadi keluhan paling menonjol. Masyarakat mengungkapkan keresahan karena tower tersebut menambah perangkat atau cantelan tanpa pemberitahuan dan tanpa persetujuan warga sekitar. Ironisnya, sejak dibangun pada 2016, mereka bahkan tidak mengetahui siapa pemilik tower tersebut.
“Pertama soal kenyamanan dan keamanan. Warga resah karena setiap badai tower itu goyangnya luar biasa. Bentuknya bukan menara kerucut, tapi tiang tinggi menjulang. Itu yang membuat warga takut,” kata Reni menirukan keluhan masyarakat.
Selain faktor keamanan, warga juga menuntut kejelasan status kepemilikan dan legalitas operasional tower tersebut. Mereka menilai pembangunan dan penambahan perangkat tidak sesuai etika lingkungan karena tidak melibatkan masyarakat sekitar, termasuk rumah RT setempat yang hanya berjarak beberapa meter dari lokasi.
Menanggapi aspirasi itu, Reni berkomitmen menindaklanjuti persoalan tersebut melalui mekanisme resmi di DPRD.
“Karena masalah perizinan tower ini kewenangannya di Komisi I, maka kita akan koordinasikan terlebih dahulu. Setelah itu baru dijadwalkan sidak bersama agar tidak salah langkah,” jelasnya.
Selain tower, warga juga menyampaikan masalah drainase, jalan lingkungan, hingga lampu jalan. Mengingat musim hujan mulai tiba, warga mendorong pemerintah agar segera melakukan normalisasi siring dan perbaikan saluran air untuk mencegah banjir. Reni memastikan seluruh aspirasi itu akan diteruskan kepada instansi terkait.
“Drainase ini urgen. Kita minta pemerintah mengakomodir kekhawatiran masyarakat. Semua catatan hari ini akan kita kawal,” tegasnya.
Kehadiran Reni dalam reses kali ini bukan hanya menjalankan kewajiban formal sebagai wakil rakyat, tetapi juga memperlihatkan pendekatan humanis dalam mendengarkan keluhan warga. Dengan dialog yang terbuka, ia menegaskan bahwa setiap aspirasi masyarakat, baik besar maupun kecil, merupakan mandat yang harus diperjuangkan.(Nasti)







