BENGKULU, GK – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Bengkulu (Unib) terus memperluas kerja sama akademik internasional melalui program pertukaran mahasiswa (student exchange). Sepanjang periode 2025–2026, mahasiswa jenjang sarjana (S1) dan magister (S2) mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan penelitian sekaligus memperdalam kompetensi akademik di Gifu University, Jepang, dan Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia.
Program ini menjadi salah satu langkah strategis FMIPA Unib dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian melalui keterlibatan mahasiswa secara langsung di lingkungan akademik internasional.
Tidak hanya memperluas wawasan keilmuan, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman dalam penggunaan instrumen laboratorium modern, pengembangan keterampilan komunikasi ilmiah, serta interaksi dengan peneliti dari berbagai latar belakang budaya.
Dekan FMIPA Unib, Prof. Dr. Sal Prima Yudha S, S.Si, M.Si, melalui Wakil Dekan I Bidang Akademik, Prof. Dr. Morina Adfa, S.Si, M.Si, menjelaskan bahwa program pertukaran mahasiswa dilaksanakan secara berkelanjutan melalui skema outbound dan inbound.
Melalui skema outbound, mahasiswa Unib memperoleh kesempatan mengikuti kegiatan akademik dan penelitian di perguruan tinggi mitra luar negeri. Sementara itu, skema inbound memberikan kesempatan kepada mahasiswa asing untuk menjalani pengalaman akademik di FMIPA Unib.
“Program ini tidak hanya memberikan pengalaman akademik di lingkungan internasional, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan penelitian tugas akhir, mengenal teknologi laboratorium, dan membangun jejaring dengan peneliti di perguruan tinggi mitra,” jelas Prof. Morina.
Dalami Teknik Penelitian di Gifu University, Jepang
Penguatan kompetensi penelitian mahasiswa FMIPA Unib salah satunya diwujudkan melalui kegiatan di Gifu University, Jepang, pada 3 Juli hingga 3 Agustus 2026.
Dalam program Short-Term Special Research Project Trainee selama satu bulan tersebut, dua mahasiswa FMIPA Unib, Hanifah Najwa Subra dari Program Studi S1 Farmasi dan Ryzka Ayu Fadhillah Nectarinia dari Program Studi S2 Kimia, menjalani kegiatan penelitian di Laboratorium Prof. Mamoru Koketsu, Faculty of Engineering, Gifu University.
Keduanya mendapat kesempatan mengerjakan sebagian penelitian tugas akhir dengan bimbingan Prof. Mamoru Koketsu dari Gifu University dan Prof. Dr. Morina Adfa dari FMIPA Unib.
Keterlibatan dalam kegiatan penelitian secara langsung memungkinkan mahasiswa menghubungkan pemahaman teoretis yang diperoleh selama perkuliahan dengan penerapannya di laboratorium.
Selama program berlangsung, Hanifah dan Ryzka juga memanfaatkan fasilitas penelitian serta mempelajari penggunaan sejumlah instrumen modern, termasuk Medium Pressure Liquid Chromatography (MPLC) dan Nuclear Magnetic Resonance (NMR) 600 MHz.
Penguasaan instrumen tersebut menjadi bekal penting dalam mengembangkan keterampilan teknis penelitian, khususnya untuk proses pemisahan dan karakterisasi senyawa dalam kajian kimia.
Selain menjalankan aktivitas laboratorium, keduanya mengikuti pertemuan ilmiah mingguan atau zemi. Forum akademik ini menjadi ruang untuk mempresentasikan perkembangan penelitian, membahas temuan sementara, serta mendapatkan masukan dari pembimbing dan anggota kelompok riset.
Menurut Prof. Morina, pengalaman tersebut memberikan pembelajaran mengenai budaya kerja ilmiah, kedisiplinan, dan proses diskusi akademik yang diterapkan di lingkungan perguruan tinggi internasional.
Di luar kegiatan penelitian, kedua mahasiswa juga berinteraksi dengan sivitas akademika Gifu University dan mengenal kehidupan sosial serta budaya masyarakat Jepang.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian, kemampuan beradaptasi, dan kesiapan mahasiswa untuk bekerja sama dalam lingkungan multikultural.
Kembangkan Penelitian Material Alam di Universiti Malaya
Selain Jepang, FMIPA Unib juga memperluas pengalaman riset mahasiswa melalui kerja sama akademik dengan Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia.
Pada Desember 2025 hingga Januari 2026, Amiroh De Ashilah, mahasiswa Program Studi S2 Kimia FMIPA Unib, mengikuti program student exchange outbound untuk mengembangkan penelitian di bidang material berbahan alam.
Setibanya di Universiti Malaya, Amiroh disambut sivitas akademika perguruan tinggi mitra dan diperkenalkan dengan lingkungan kampus serta laboratorium kimia. Ia juga memaparkan rencana penelitian yang akan dilaksanakan selama mengikuti program pertukaran mahasiswa tersebut.
Penelitian yang dikerjakan Amiroh berjudul “Preparation Natural Zeolite from Central Bengkulu for Remove 4-Nitrophenol”.
Penelitian ini berada di bawah bimbingan Prof. Dr. Sal Prima Yudha dari Universitas Bengkulu dan Prof. Dr. Muggundha Raoov A/L Ramachandran dari Universiti Malaya.
Melalui kegiatan tersebut, Amiroh memperdalam pemahaman mengenai karakterisasi material berbahan alam, penggunaan instrumen laboratorium, serta pengolahan dan interpretasi data hasil pengukuran.
Pengalaman ini menjadi bagian penting dalam mendukung penyelesaian penelitian magister sekaligus membuka peluang pengembangan kajian lanjutan dan publikasi ilmiah.
Kegiatan akademik di Universiti Malaya juga memberikan kesempatan kepada Amiroh untuk berinteraksi dengan peneliti dan mahasiswa dari latar belakang yang beragam.
Lingkungan tersebut mendukung pengembangan kemampuan komunikasi ilmiah, penggunaan bahasa asing, kedisiplinan, serta kerja sama dalam kegiatan laboratorium.
Lebih jauh, pengalaman di Malaysia memperluas perspektif Amiroh mengenai praktik penelitian di tingkat internasional dan memberikan wawasan baru dalam mengembangkan penelitian berbasis potensi sumber daya alam daerah.
Kerja Sama FMIPA Unib dan Gifu University Berjalan Lebih dari Satu Dekade
Program pertukaran mahasiswa dengan Gifu University merupakan bagian dari kerja sama akademik yang telah dibangun selama lebih dari satu dekade.
Kolaborasi penelitian dan publikasi kedua institusi memiliki landasan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sejak 2011. Sementara itu, pelaksanaan pertukaran mahasiswa secara rutin berlangsung pada 2012–2019.
Aktivitas tersebut sempat terhenti pada 2020 dan 2021 akibat pandemi COVID-19. Kerja sama kemudian kembali berjalan pada 2022 melalui pengiriman Hidayat Tullah, mahasiswa Jurusan Kimia FMIPA Unib, untuk mengikuti program short stay selama dua bulan di Gifu University.
Kolaborasi berlanjut pada 2023 ketika Gifu University mengirimkan dua mahasiswa untuk mengikuti kegiatan akademik selama satu bulan di Jurusan Kimia FMIPA Unib.
Kedua mahasiswa tersebut adalah Kaneko Tomoki, mahasiswa program magister, dan Ban Kosuke, mahasiswa tahun keempat program sarjana. Selama menjalani kegiatan, keduanya mendapat bimbingan dari Prof. Dr. Morina Adfa.
Kesempatan melakukan penelitian di Jepang kembali diperoleh mahasiswa FMIPA Unib pada 2025. Putri Ramanda, mahasiswa S2 Kimia FMIPA Unib, melaksanakan sebagian penelitian magisternya selama satu bulan di laboratorium Prof. Mamoru Koketsu di Gifu University.
Keberlanjutan program student exchange, baik melalui skema inbound maupun outbound, mencerminkan komitmen kedua institusi dalam mempertahankan hubungan akademik dan memperluas pertukaran pengetahuan.
Kerja sama ini sekaligus menjadi landasan untuk memperkuat kolaborasi penelitian, meningkatkan interaksi antardosen dan mahasiswa, serta membuka kesempatan menghasilkan publikasi ilmiah bersama.
“Keberlanjutan program ini menunjukkan komitmen kedua institusi untuk terus menjaga dan mengembangkan kerja sama akademik. Kami berharap pertukaran mahasiswa dapat semakin memperluas pengalaman penelitian, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan kompetensi mahasiswa,” ungkap Prof. Morina.
Siapkan Mahasiswa Kompeten dan Berwawasan Global
Bagi FMIPA Unib, program pertukaran mahasiswa ke Jepang dan Malaysia tidak hanya berorientasi pada pengalaman belajar di luar negeri. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kapasitas penelitian, dan menyiapkan lulusan yang mampu menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan secara global.
Pengalaman akademik di perguruan tinggi mitra diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang mandiri, adaptif, terampil dalam penelitian, serta mampu berkomunikasi dan berkolaborasi dengan individu dari berbagai latar belakang budaya.
Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama program juga berpotensi memberikan manfaat bagi lingkungan akademik FMIPA Unib. Mahasiswa dapat membawa pengalaman baru untuk memperkaya kegiatan pembelajaran dan penelitian di kampus.
Di sisi lain, hubungan dengan perguruan tinggi mitra membuka ruang pengembangan riset kolaboratif, pertukaran pengetahuan, dan peningkatan peluang publikasi ilmiah.
Melalui penguatan kerja sama internasional secara berkelanjutan, FMIPA Unib terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Pengalaman mahasiswa di Gifu University dan Universiti Malaya menjadi salah satu wujud nyata komitmen tersebut dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten, inovatif, dan berwawasan global.(Rls)






