GK, Bengkulu – Ratusan tenaga honorer dari lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu yang telah dinyatakan lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menyampaikan langsung harapan mereka kepada Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, pada kegiatan Rumah Aspirasi di Balai Raya Semarak, Minggu malam (22/6). Mereka meminta kejelasan terkait proses pelantikan yang hingga kini belum juga dilaksanakan.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan tenaga honorer menyampaikan bahwa penantian mereka sudah berlangsung cukup lama. Sementara di seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu, para tenaga PPPK yang lulus seleksi sudah resmi dilantik dan mulai menjalankan tugas masing-masing.
“Pak, kabupaten dan kota semua sudah dilantik, tapi provinsi belum ada tanda-tanda. Kami mohon kejelasan nasib kami ini, Pak. Harapan kami, setidaknya di ajaran tahun baru ini kami sudah resmi dilantik agar bisa langsung mengajar dan mengabdi di sekolah-sekolah,” ungkap salah satu perwakilan honorer dalam dialog tersebut.
Keluhan ini pun disambut langsung oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan. Ia memberikan jaminan bahwa pelantikan untuk tenaga PPPK Pemprov Bengkulu, yang jumlahnya mencapai lebih dari 400 orang, akan segera dijadwalkan. Gubernur berjanji akan segera menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu untuk mengatur waktu pelantikan secepatnya.
“Nanti saya segera bicarakan dengan Pak Sekda untuk menjadwalkan pelantikan. Insya Allah dalam waktu dekat pelantikan untuk teman-teman PPPK Provinsi Bengkulu akan dilaksanakan. Sabar sedikit lagi, semoga semuanya berjalan lancar,” tegas Gubernur Helmi Hasan di hadapan perwakilan honorer.
Pernyataan gubernur ini pun membawa angin segar dan harapan baru bagi para tenaga honorer yang telah lama menanti kejelasan status mereka. Beberapa dari mereka mengaku merasa sedikit lega, meski tetap berharap janji pelantikan ini benar-benar segera direalisasikan oleh pemerintah daerah.
“Kami berharap Pak Gubernur bisa menepati janjinya. Sudah terlalu lama kami menunggu kejelasan status ini. Kami ingin segera bekerja dengan tenang, mendapat kepastian hak sebagai aparatur sipil negara, dan melaksanakan tugas mendidik generasi muda di Bengkulu,” ujar salah seorang tenaga honorer lainnya.
Seperti diketahui, pelaksanaan seleksi PPPK untuk formasi guru di lingkungan Pemprov Bengkulu telah berlangsung sejak tahun lalu. Ratusan tenaga honorer dari berbagai sekolah SMA dan SMK di Bengkulu dinyatakan lulus dan menunggu pengangkatan resmi melalui proses pelantikan. Namun hingga pertengahan tahun 2025 ini, pelantikan tersebut belum juga dilaksanakan, berbeda dengan sejumlah kabupaten/kota di wilayah Bengkulu yang sudah lebih dahulu melantik para tenaga PPPK mereka.
Keterlambatan ini sempat menimbulkan keresahan di kalangan tenaga honorer. Selain menghambat penempatan mereka di sekolah-sekolah, status yang belum jelas ini juga berdampak pada hak-hak kepegawaian, termasuk gaji dan tunjangan yang seharusnya diterima setelah resmi diangkat.
Dengan adanya komitmen langsung dari Gubernur Helmi Hasan, para tenaga honorer berharap proses pelantikan ini bisa dipercepat sehingga mereka dapat segera melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai abdi negara yang sah.
Pemerintah Provinsi Bengkulu sendiri belum mengumumkan secara resmi jadwal pelantikan tersebut. Namun, pernyataan gubernur di hadapan para honorer diharapkan menjadi sinyal positif bahwa pelantikan akan digelar dalam waktu dekat.(Nasti)







