Jakarta Utara, GK – Kepanikan dan jeritan histeris memenuhi halaman SD Negeri Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara pada Kamis pagi setelah sebuah mobil boks berstiker Badan Gizi Nasional (BGN) tiba-tiba menerobos pagar sekolah dan melindas puluhan siswa yang tengah mengikuti kegiatan literasi di lapangan.
Peristiwa yang terjadi sesaat setelah pukul 07.00 WIB itu menyebabkan setidaknya 21 anak harus dilarikan ke rumah sakit. Para korban tersebar dirawat di RSUD Koja dan RSUD Cilincing.
Kronologi: Mobil Melaju Masuk, Lindas Barisan Siswa
Menurut kesaksian dan video yang beredar, para murid SDN Kalibaru 01 sedang duduk bersila dalam barisan rapi, mengikuti kegiatan literasi yang rutin dilaksanakan setiap pagi. Tiba-tiba, sebuah mobil boks abu-abu yang hendak mengantar makanan bergizi gratis masuk dari pintu depan sekolah dengan kecepatan tinggi.
Mobil menghantam pagar, menabrak seorang orang dewasa yang berdiri di depan pintu masuk, lalu terus melaju ke arah puluhan siswa yang sedang duduk di tengah lapangan.
Anak-anak yang tertabrak tampak terkapar di bawah dan di sekitar mobil boks. Guru dan siswa lain berteriak meminta tolong, sementara sebagian berusaha menarik korban menjauh dari kendaraan tersebut.
Gubernur: Sopir Bukan Sopir yang Biasa Bertugas
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa mobil boks tersebut biasanya rutin mendatangi SDN Kalibaru 01 untuk distribusi program makanan bergizi.
Namun, hari itu terdapat kejanggalan: sopir yang mengendarai mobil boks bukan sopir tetap.
“Bukan sopir yang biasanya membawa mobil itu,” kata Pramono.
“Ini perlu diperiksa mendalam.”
Polisi Tahan Sopir: Keliru Injak Gas Saat Hendak Menginjak Rem
Pihak kepolisian kini telah menahan sopir mobil boks tersebut.
Kapolsek Cilincing Komisaris Bobi Subasri menerangkan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, sopir mengaku keliru menginjak pedal.
“Keterangan sementara, dia mau ngerem karena takut mundur, tapi rem katanya tidak pakem,” ujar Bobi.
“Dia injak pedal lebih dalam, dikira rem, ternyata gas.”
Mobil pun melesat tak terkendali ke arah pagar dan para siswa. Jejak Yayasan Penyalur MBG Ikut Disorot
Investigasi awal mengarah pada identitas pihak penyalur makanan bergizi. Dikutip dari BBC News Indonesia, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalibaru berada di bawah naungan Yayasan Darul Esti Sumidah, yang memperoleh badan hukum pada Desember 2024.
Penanggung jawab yayasan tercatat bernama Harry Sutarman, sementara ketua SPPG adalah Sahrul Gunawan Siregar. Ketika BBC menghubungi nomor yang tertera dalam dokumen resmi BGN, nomor tersebut tidak dapat dihubungi dan tercatat “tidak terdaftar”.
Distribusi MBG ke Banyak Sekolah
SPPG Kalibaru bukan hanya menyalurkan produk MBG ke SDN Kalibaru 01, tetapi juga ke sejumlah sekolah lain di kawasan tersebut, di antaranya:
SDN Kalibaru 03, SDN Kalibaru 09, SDN Cilincing 05, SDS Al Islamiyah, SMP Darusa’adah, SMP Al Husna, SMP Al Islamiyah
Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran publik mengenai standar keamanan armada dan tata kelola distribusi makanan bergizi di bawah BGN serta lembaga mitra.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program distribusi makanan anak sekolah untuk memastikan insiden serupa tidak kembali terjadi.(Red)







