Makan Korban Jiwa, Wisata Napal Jungur Ditutup Sementara

GK, SELUMA : pasca musibah meninggalnya wisatawan asal Kota Bengkulu, Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga (Disparpora) Seluma lakukan monitoring evaluasi pengelolaan Wisata Pemandian Desa Napal Jungur Kecamatan Lubuk Sandi.

Kabid Pariwisata Disparpora Seluma, Iwan Setiawan mengungkapkan, wisata Pemandian saat ini sedang dilakukan penutupan sementara. Penutupan tersebut sesuai dengan arahan dari Kapolsek Sukaraja, yang mana objek wisata tersebut masuk dalam wilayah hukum Polsek Sukaraja.

“Terkait dengan wisata napal jungur ini di tutup sementara, untuk batasan waktu di tutup wisata ini nanti sesuai dengan arahan Kapolsek Sukaraja, ” Sampainya, Senin (21/10/2024).

Diketahui, mulai awal Januari hingga sampai saat ini wisata pemandian tersebut sudah memakan dua orang korban hingga meninggal dunia.

Terkait dengan hal tersebut, Disparpora Seluma akan mengevaluasi kinerja pengelola wisata Pemandian Napal Jungur, bukan hanya itu evaluasi tersebut juga akan dilakukan ke setiap pengelola wisata yang ada di Kabupaten Seluma. Itu dilakukan untuk mengurangi hal-hal yang tidak di inginkan.

“Kemudian kami juga akan melakukan evaluasi Terkait dengan keamanan wisatawan yang akan berkunjung di wisata, supaya tingkat kenyamanan, keamanan di wisata ini terjaga, sehingga nantinya wisatawan bisa merasa aman dan nyaman ketika berkunjung, ” Sambungnya.

Turut disampaikan, saat ini Disparpora Seluma selaku Dinas yang membidangi pariwisata selalu memberikan masukan terhadap pengelola wisata dalam hal ini kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa napal jungur terkait dengan standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan mengenai keselamatan wisatawan di wisata Pemandian. Hal tersebut dilakukan mengingat saat ini objek wisata alam di Kabupaten Seluma yakni air. Meskipun berbagai pelatihan pertolongan pertama di Air sudah pernah diikuti sebagian anggota pokdarwis, selaku pengelola, Sumber Daya Manusia (SD) yang mumpuni hendaknya perlu di tingkatkan Kemabali.

“Kalau dari napal Jugur mereka ini sudah ada lima orang yang pernah mengikuti pelatihan di Basarnas Bengkulu. Kemudian kalau dari kita itu ada pelantikan pormalnya saja, ” Jelasnya.

Terpisah, Kapolsek Sukraja Iptu Catur Teguh susanto mengatakan, saat ini Pihak Polsek masih sedang melakukan penutupan sementara pada objek wisata tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk melakukan penyeleidikan lebih mmendalam Terkait insiden meninggalnya wisatawan asal Kota Bengkulu.

“Saat ini masih kita lakukan penutupan sementara dengan batas waktu yang tidak bisa ditentukan, itu kita lakukan untuk melakukan penyelidikan lebih mendalam mengenai peristiwa tersebut, ” Jelas Catur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *