Legislator Eko Kurnia Ningsih Desak Pemerintah Perhatikan Nasib Petugas PKB dan PLKB Di Daerah

Tangkapan layar: Anggota DPR-RI dapil Bengkulu Eko Kurnia Ningsih saat menyampaikan aspirasi saat rapat kerja bersama BKKBN RI

GK, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Kurnia Ningsih, menyuarakan keprihatinannya terhadap kesejahteraan petugas Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) yang dinilai belum mendapat perhatian layak dari pemerintah.

Hal itu disampaikan Eko dalam Rapat Kerja bersama Menteri PPN/Kepala BKKBN yang digelar di Gedung DPR RI, Rabu (30/4). Dalam rapat tersebut, Eko menekankan pentingnya memberikan dukungan nyata bagi petugas lapangan yang berada di garda terdepan pelaksanaan program Bangga Kencana dan penurunan stunting.

Bacaan Lainnya

“PKB dan PLKB adalah ujung tombak program keluarga berencana. Tapi kesejahteraan mereka sering kali luput dari perhatian, padahal beban kerja mereka sangat tinggi, terlebih di daerah-daerah seperti Bengkulu,” ujar Eko.

Eko menyoroti bahwa banyak tenaga lapangan di Provinsi Bengkulu mengeluhkan minimnya insentif dan fasilitas kerja, padahal mereka dituntut mencapai target dan menghadapi tantangan lapangan yang tidak mudah. Ia meminta BKKBN untuk mengambil langkah konkret dalam memberikan perlindungan dan jaminan kesejahteraan kepada mereka.

Tak hanya itu, Eko juga menyoroti hambatan teknis dalam pelaksanaan program berbasis digital seperti sistem SIGA (Sistem Informasi Keluarga) dan e-PPGBM (Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat Elektronik). Menurutnya, sistem ini belum efektif diterapkan di wilayah dengan keterbatasan akses internet.

“Di daerah seperti Bengkulu, masih banyak desa yang blank spot. Jadi bagaimana bisa mereka melaporkan data secara daring jika jaringan saja tidak tersedia? Ini harus jadi evaluasi bersama,” tegasnya.

Eko pun mengingatkan agar digitalisasi program tidak justru menjadi beban tambahan bagi petugas lapangan, melainkan menjadi alat bantu yang disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.

Dengan suara yang mewakili daerah-daerah pinggiran, Eko berharap pemerintah pusat tak hanya mengejar target nasional, tetapi juga benar-benar menyentuh realitas keseharian para pelaksana program di lini paling bawah.(Ted)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *