BENGKULU, GK – Di tengah berkembangnya berbagai isu yang menerpa internal Partai Golkar, jajaran pengurus Golkar di Provinsi Bengkulu menyatakan tetap berada dalam satu barisan. Soliditas organisasi ditegaskan sebagai komitmen bersama untuk menjaga keutuhan partai sekaligus mendukung kepemimpinan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu, Syamsurachman, memastikan sikap tersebut menjadi komitmen seluruh jajaran, termasuk DPD Partai Golkar di sembilan kabupaten dan satu kota di Provinsi Bengkulu.
Ia menegaskan, tidak ada alasan bagi kader untuk terpecah akibat berbagai informasi dan isu yang belum terverifikasi. Sebaliknya, seluruh kekuatan partai harus tetap diarahkan untuk memperkuat konsolidasi dan menjalankan agenda organisasi.
Syamsurachman menyayangkan munculnya isu yang menghubungkan Bahlil Lahadalia dengan wacana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) maupun dugaan keterlibatan dalam persoalan penyadapan.
Menurutnya, informasi yang belum terbukti kebenarannya tidak semestinya dijadikan dasar membangun opini negatif, terlebih jika berpotensi mengganggu keharmonisan internal partai.
“Jangan sampai isu-isu yang tidak jelas kebenarannya justru menjadi alat untuk memecah belah keluarga besar Partai Golkar. Kami di Bengkulu tetap solid, tegak lurus, dan mendukung kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia. Persatuan partai harus kita jaga bersama,” tegas Syamsurachman.
Ia mengingatkan bahwa demokrasi membutuhkan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan. Setiap pandangan boleh disampaikan, tetapi harus tetap mengedepankan kejujuran, etika, dan tanggung jawab. Tuduhan tanpa bukti justru berpotensi merusak iklim demokrasi.
Bahlil dan Tantangan Ketahanan Energi Nasional
Di luar kepemimpinannya di Partai Golkar, Syamsurachman juga menilai Bahlil Lahadalia memiliki kapasitas strategis dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya menghadapi tantangan sektor energi nasional.
Pengalaman dan kemampuannya dalam menerjemahkan arahan Presiden, terutama terkait hilirisasi serta penguatan ketahanan energi, dinilai menjadi modal penting menghadapi perubahan geopolitik dan dinamika energi global.
Menurut Syamsurachman, persoalan energi merupakan agenda strategis negara yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Karena itu, dibutuhkan kepemimpinan yang mampu mengambil keputusan dan merumuskan langkah konkret demi menjaga kemandirian energi Indonesia.
“Kita melihat bagaimana Pak Bahlil bekerja menjalankan amanah Presiden Prabowo. Persoalan energi bukan perkara sederhana, karena menyangkut kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Dibutuhkan keberanian, kemampuan, dan langkah strategis untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah situasi global yang penuh tantangan,” ungkapnya.
Kader Diminta Fokus pada Pengabdian kepada Masyarakat
Syamsurachman selanjutnya mengingatkan seluruh kader Golkar di Provinsi Bengkulu, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga desa, agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
Ia meminta kader mengalihkan perhatian pada penguatan struktur organisasi, konsolidasi internal, serta kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, ukuran kekuatan partai bukan semata-mata besarnya struktur organisasi, melainkan sejauh mana seluruh kader mampu menjaga kepercayaan publik melalui kerja nyata dan pengabdian.
“Jangan habiskan energi untuk meladeni isu-isu yang memecah belah. Mari kita fokus bekerja, menjaga kepercayaan rakyat, dan membesarkan Partai Golkar. Kami DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu bersama seluruh DPD kabupaten/kota tetap solid di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia,” tutup Syamsurachman.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan sikap politik Golkar Bengkulu bahwa konsolidasi, kesetiaan terhadap keputusan organisasi, dan kerja nyata untuk masyarakat tetap menjadi prioritas di tengah dinamika politik internal partai.(Rls)






