Bengkulu – Sejumlah Masyarakat yang menamakan diri Asosiasi Penjaga Tradisi provinsi Bengkulu Selasa siang (5/11) mendatangi kantor DPRD kota Bengkulu.
Kedatangan mereka disinyalir untuk membuka mata hati lembaga wakil rakyat itu agar peduli terhadap pelestarian tradisi dan budaya.
Dikatakan juru bicara Asosiasi Penjaga Tradisi Sandy Aprianto, bila Tradisi ini harus dijaga jangan sampai punah dan malah diakui bangsa lain.
“Kami khawatir bila pemerintah tidak peduli dengan tradisi dan khas Bengkulu, mungkin saja kedepan generasi penerus kita pun takkan lagi mau main dol, nari pedang atau yang lainnya, sehingga bukan mustahil bila kedepan tradisi dan budaya kita malah diakui oleh bangsa lain,” kata Sandy
Ia juga mengungkapkan rasa terimakasih kepada lembaga wakil rakyat,
“Kami berterima kasih telah diterima dengan baik, kami berharap setelah pertemuan ini ada titik terang dalam hal menjaga tradisi dan budaya Bengkulu.” Sambung Sandy
Disisi lain, anggota komisi 3 DPRD kota Bengkulu Andi Saputra Menegaskan komitmennya untuk bersama-sama pemerintah menjaga kelestarian adat dan budaya,
“sudah kami sampaikan, perihal dukungan penuh dan kami sepakat bila adat dan kebudayaan terus bisa dijaga,” ungkap Andi
Ia juga menyoroti beberapa langkah pemerintah terdahulu yang dinilai bisa mengaburkan sejarah asli Bengkulu.
“Kedepan kita perlu perhatian terhadap historis sejarah Bengkulu, mungkin penamaan tempat dan simpang. Kita ingin walikota dan wakil walikota Bengkulu yang baru nanti mampu mempertahankan aspek-aspek historis dalam membangun, jangan sampai membangun namun tidak memperhatikan sejarah apalagi itu terkait dengan adat dan kebudayaan yang menjadi kebanggaan masyarakat Bengkulu.” Tukas Andi.







