BPS: Inflasi Bengkulu Capai 2,68 Persen, Harga Stabil Jelang Akhir Tahun

Ir. Win Rizal - Kepala BPS provinsi Bengkulu

Bengkulu, GK — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu merilis data inflasi terbaru untuk periode November 2025. Berdasarkan laporan tersebut, inflasi year-on-year (y-on-y) Provinsi Bengkulu mencapai 2,68 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,43. Capaian ini menunjukkan bahwa harga-harga kebutuhan masyarakat masih relatif stabil menjelang akhir tahun.

Pada kesempatan yang sama, BPS juga merinci kondisi inflasi di dua daerah cakupan penghitungan IHK, yaitu Kabupaten Muko Muko dan Kota Bengkulu. Muko Muko mencatat inflasi y-on-y tertinggi yakni 3,88 persen dengan IHK 108,36, dipicu kenaikan harga sejumlah komoditas bahan makanan dan terganggunya distribusi akibat cuaca. Sementara itu, inflasi y-on-y di Kota Bengkulu sebesar 2,28 persen dengan IHK 108,45, yang menunjukkan stabilitas harga yang lebih terjaga.

Bacaan Lainnya

Dari sisi pergerakan harga bulanan, inflasi month-to-month (m-to-m) Provinsi Bengkulu pada November 2025 berada di angka 0,04 persen. Kenaikan yang sangat tipis ini mencerminkan relatif stabilnya harga sejumlah komoditas sepanjang bulan, meskipun beberapa barang seperti beras, cabai, dan kebutuhan transportasi sempat mengalami fluktuasi.

Sementara itu, inflasi kumulatif atau year-to-date (y-to-d) dari Januari hingga November 2025 tercatat 2,33 persen. Angka ini menempatkan Bengkulu dalam kategori inflasi yang moderat dan masih berada di bawah tekanan inflasi nasional pada sejumlah periode sebelumnya.

BPS menilai bahwa pergerakan inflasi Bengkulu pada akhir tahun umumnya dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat jelang Natal dan Tahun Baru. Oleh karena itu, pentingnya koordinasi antara Pemerintah Provinsi Bengkulu, TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah), serta pelaku usaha menjadi sorotan untuk menjaga stabilitas harga khususnya komoditas pangan.

Meski demikian, melihat laju inflasi yang masih terkendali hingga November, BPS optimistis bahwa kondisi harga di Bengkulu dapat tetap stabil hingga memasuki akhir tahun 2025. Pemerintah daerah diimbau untuk terus mengantisipasi potensi kelangkaan barang melalui operasi pasar, penguatan distribusi, dan pemantauan komoditas strategis.

Dengan rilis data ini, masyarakat diharapkan mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai dinamika harga dan tetap waspada terhadap potensi kenaikan kebutuhan pokok menjelang pergantian tahun.(Rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *