GK, Bengkulu – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Darmawansyah, menyoroti lambannya pengerukan alur masuk Pelabuhan Pulau Baai oleh pihak Pelindo II.
Menurutnya, kondisi ini menghambat berbagai aspek pembangunan daerah, terutama kelanjutan proyek strategis nasional seperti Tol Bengkulu–Lubuk Linggau.
“Sejak awal, pembangunan tol ini dirancang untuk mendukung aktivitas ekonomi daerah, salah satunya melalui optimalisasi Pelabuhan Pulau Baai,” ujar Darmawansyah
Ia menjelaskan, kehadiran jalan tol diharapkan mempermudah distribusi komoditas dari wilayah-wilayah hinterland seperti Lubuk Linggau dan Muara Enim ke Pelabuhan Pulau Baai. Dengan demikian, pelabuhan tersebut bisa menjadi titik pengiriman utama barang dari dan ke wilayah Sumatera bagian Selatan.
Namun, kenyataannya alur masuk pelabuhan yang tertutup oleh endapan pasir belum juga dikeruk. Kondisi ini, kata Darmawansyah, membuat pelaku usaha dan perusahaan logistik enggan menggunakan Pelabuhan Pulau Baai karena kapal tidak bisa bersandar dengan optimal.
“Kalau kondisi seperti ini dibiarkan, tentu pelabuhan kita tidak akan menjadi pilihan utama. Ini justru akan menurunkan minat investor dan memperlambat realisasi pembangunan infrastruktur lainnya,” tegasnya.
Darmawansyah meminta Pelindo II dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk menangani persoalan ini. Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara pembangunan infrastruktur darat dan laut sangat krusial bagi pertumbuhan ekonomi Bengkulu.
“Kalau tol dibangun tapi pelabuhannya tidak siap, itu tidak sinkron. Harus ada komitmen bersama,” tutupnya.
Sementara itu, sebelumnya pihak Pelindo II Regional Bengkulu pernah menyampaikan. Untuk Pengerukan alur pintu masuk pelabuhan Pulau Baai, saat ini PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) memastikan bahwa kapal keruk akan segera tiba di Pelabuhan Pulau Baai. Kapal keruk yang berdimensi lebih besar ini didatangkan dari Batam. Pelindo mendatangkan 2 Kapal besar yaitu kapal CSD Costa Fortuna 3 dan AHT Costa Fortuna 5. Saat ini kapal sudah dalam perjalanan menuju ke Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu dari Batam.
Langkah ini merupakan aksi nyata terkait penanganan kondisi alur Pelabuhan Pulau Baai guna normalisasi alur pelabuhan yang merupakan bagian dari rencana Revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai. Proses pengerukan ini difokuskan pada pendalaman dan pelebaran alur pelayaran guna memastikan kapal-kapal bermuatan besar dapat bersandar dengan aman dan efisien.
“Kami memahami pentingnya alur pelayaran yang optimal bagi aktivitas logistik di Bengkulu. Saat ini, koordinasi dengan pihak terkait sudah dilakukan dan kapal keruk dijadwalkan tiba dalam waktu dekat,” ujar S.Joko, selaku General Manager, Pelindo Regional 2 Bengkulu.
Pelindo berkolaborasi dengan Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan serta instansi lain termasuk Pemerintah Daerah Bengkulu untuk memastikan seluruh proses pengerukan berjalan dengan cepat, sesuai dengan ketentuan teknis dan memperhatikan aspek lingkungan.
Diharapkan, setelah proses pengerukan selesai, kapasitas layanan Pelabuhan Pulau Baai dapat meningkat dan memberikan dampak positif terhadap kelancaran arus kapal dan barang serta efisiensi biaya logistik di wilayah barat Pulau Sumatra.(Rs)







