AMBON, GK – Kader asal Bengkulu menorehkan capaian di tingkat nasional. Ricki Pratama Putra yang berasal dari Pengurus Wilayah (PW) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Bengkulu, terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) KAMMI periode 2026–2028.
Ricki ditetapkan melalui Muktamar KAMMI XIV yang berlangsung di Ambon, Maluku, pada 30 Oktober–5 November 2026. Terpilihnya kader dari Bumi Merah Putih tersebut menjadi catatan tersendiri bagi perjalanan KAMMI Bengkulu sekaligus menandai hadirnya kepemimpinan baru di tingkat nasional.
Amanah tersebut bukan sekadar pergantian kepemimpinan organisasi. Lebih dari itu, Muktamar KAMMI XIV menjadi momentum konsolidasi kader, evaluasi gerakan, serta penentuan arah perjuangan organisasi dalam menghadapi tantangan kebangsaan, keumatan, dan kemahasiswaan.
Mengusung tema “Transformasi Kebaikan”, kepemimpinan PP KAMMI periode 2026–2028 membawa harapan untuk memperkuat kembali peran mahasiswa sebagai kekuatan moral, intelektual, dan sosial yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
Dalam pernyataan perdananya, Ricki menekankan pentingnya mengembalikan gerakan KAMMI agar semakin dekat dengan persoalan masyarakat, terutama kelompok marginal (mustadhafin) yang masih menghadapi berbagai bentuk ketidakadilan sosial.
“Sudah saatnya denyut nadi perjuangan KAMMI kembali berdetak seirama dengan penderitaan dan harapan rakyat. Gerakan mahasiswa tidak boleh terjebak dalam menara gading, rutinitas organisasi, ataupun formalitas birokratis. KAMMI harus hadir sebagai kekuatan transformatif yang mampu mengorganisir kebaikan, membela keadilan, dan memperjuangkan kepentingan umat serta bangsa,” tegas Ricki.
Ia juga menilai tantangan zaman menuntut KAMMI untuk memperkuat konsolidasi kader, memperluas jangkauan kebermanfaatan organisasi, serta memiliki keberanian dalam menyuarakan kebenaran.
“Kondisi hari ini membawa KAMMI untuk kembali menjawab tantangan sejarah. Kita tidak punya pilihan selain mengorganisir sebuah kebaikan! KAMMI hadir untuk memastikan panji-panji perlawanan terhadap ketidakadilan terus berkibar, berjalan bersama rakyat, dan mendedikasikan seluruh keringat perjuangan untuk kemuliaan umat dan bangsa,” lanjutnya.
Menurut Ricki, transformasi kebaikan tidak boleh berhenti sebatas slogan maupun menjadi wacana dalam forum organisasi. Gagasan tersebut harus diterjemahkan melalui kerja nyata kader, penguatan basis gerakan, advokasi sosial, pembangunan intelektualitas, serta keberpihakan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Terpilihnya Ricki Pratama Putra diharapkan menjadi energi baru bagi KAMMI untuk memperkuat perannya sebagai organisasi kader yang mampu melahirkan pemimpin masa depan. Pada saat bersamaan, KAMMI diharapkan tetap menjadi bagian dari kekuatan masyarakat sipil yang kritis, konstruktif, dan konsisten mengawal nilai-nilai keislaman serta kebangsaan.
Bagi Bengkulu, terpilihnya Ricki menjadi kebanggaan sekaligus tantangan untuk terus melahirkan kader-kader berkualitas yang mampu mengambil peran strategis di tingkat nasional.
Dari Ambon, estafet kepemimpinan KAMMI kini memasuki babak baru. Harapannya, semangat pembaruan tersebut tidak hanya terasa di tingkat pusat, tetapi juga menggerakkan seluruh kader di berbagai daerah untuk memperkuat kontribusi bagi masyarakat, umat, dan bangsa.
Sebagaimana pesan yang ditegaskan dalam kepemimpinan baru tersebut,
“Transformasi Kebaikan bukan sekadar tentang siapa yang memimpin, tetapi tentang bagaimana seluruh kader bergerak dan memastikan kebaikan benar-benar dirasakan oleh rakyat dan umat,” tegas Ricki.






