JAKARTA, GK – PT Hutama Karya (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan infrastruktur jalan tol yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Lembar Komitmen Pemenuhan Mutu Konstruksi Jalan Tol bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kamis (29/10/2026), di Jakarta.
Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bina Marga tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan pembangunan jalan tol di Indonesia memenuhi standar teknis dan kualitas yang telah ditetapkan pemerintah.
Penandatanganan dihadiri Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar, Plt. Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ira Ariani Chaerunisa, Direktur Jalan Bebas Hambatan Dedy Gunawan, serta Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan bersama perwakilan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan penyedia jasa.
Melalui komitmen tersebut, seluruh pemangku kepentingan didorong untuk memperkuat pengawasan dan pengendalian mutu pada setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan konstruksi, hingga jalan tol beroperasi dan dimanfaatkan masyarakat.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap Asta Cita Pemerintah dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur berkualitas dan berkelanjutan, terutama untuk memperkuat konektivitas serta mendorong pemerataan ekonomi antardaerah.
Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan menegaskan, kualitas konstruksi merupakan fondasi utama dalam pembangunan dan pengelolaan jalan tol. Menurutnya, keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya dilihat dari ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan, tetapi juga harus mampu memberikan pelayanan optimal dalam jangka panjang.
“Bagi Hutama Karya, mutu konstruksi merupakan prioritas yang harus dijaga dalam setiap tahapan pekerjaan. Kualitas pembangunan yang baik menjadi fondasi penting dalam memastikan jalan tol dapat beroperasi secara optimal dan memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan. Karena itu, kami berkomitmen untuk menjaga kualitas infrastruktur secara berkelanjutan, termasuk dalam mendukung pemenuhan SLA, sehingga pengguna jalan dapat merasakan perjalanan yang aman, nyaman, dan andal,” ujar Iwan.
Lebih lanjut, pemenuhan mutu konstruksi juga berkaitan erat dengan pencapaian Service Level Agreement (SLA) atau standar tingkat pelayanan jalan tol.
Kualitas konstruksi yang terjaga sejak awal pembangunan akan berpengaruh terhadap kondisi jalan, keselamatan pengguna, kenyamanan perjalanan, hingga keandalan fasilitas pendukung selama masa operasional.
Karena itu, sinergi antara pemerintah, BUJT, dan penyedia jasa menjadi faktor penting untuk memastikan penerapan standar teknis berjalan konsisten. Pengawasan dan evaluasi secara berkelanjutan juga diperlukan guna meminimalkan potensi gangguan terhadap pelayanan jalan tol.
Sebagai salah satu Badan Usaha Jalan Tol yang berperan dalam pengembangan dan pengelolaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), Hutama Karya terus mengedepankan kualitas konstruksi dan pemenuhan standar pelayanan.
Melalui pengelolaan infrastruktur yang terintegrasi, perusahaan berupaya menghadirkan konektivitas yang tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan aksesibilitas serta mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah Sumatra.
Hutama Karya menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Kementerian PU dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kualitas pembangunan infrastruktur jalan tol.
Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan jalan tol yang semakin andal, aman, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta mendukung pemerataan pembangunan nasional.
Komitmen ini juga menjadi bagian dari semangat perusahaan dalam menjalankan prinsip Melayani Sepenuh Hati, melalui peningkatan kualitas infrastruktur dan pelayanan kepada pengguna jalan.(Red)






