BENGKULU, GK – Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menilai program Karya Bakti Skala Besar (KBSB) yang melibatkan Kopassus, pemerintah daerah, kementerian, dan lembaga menjadi upaya konkret untuk mengatasi persoalan dasar masyarakat, termasuk rumah tidak layak huni dan infrastruktur.
Program ini membantu warga berpenghasilan terbatas, salah satunya Nusi Meilani (37), warga Kandang Mas, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, yang kini memperoleh bantuan bedah rumah.
Saat meninjau pelaksanaan program di Bengkulu, Sultan mengatakan kolaborasi lintas sektor penting untuk menjangkau daerah dengan keterbatasan anggaran dan pendapatan asli daerah (PAD).
“Ini menjadi model baru untuk menyelesaikan persoalan mendasar di lapangan, seperti pembangunan jembatan dan perbaikan rumah tidak layak huni,” kata Sultan.
Sementara itu, Nusi mengaku tidak pernah menyangka akan menerima bantuan tersebut. Sebelumnya, ia tinggal di rumah berdinding papan dengan lantai semen, kondisi yang membuatnya khawatir terhadap kenyamanan dan keselamatan keluarga, terutama anaknya yang berusia sekitar satu tahun.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Nusi bekerja membuat jersey dengan penghasilan sekitar Rp2 juta per bulan. Namun, ia sementara berhenti bekerja karena turut membantu proses pembangunan rumahnya.
Ia mengetahui program bedah rumah dari rekomendasi ketua RT setempat, kemudian melengkapi persyaratan yang diperlukan.
“Saya tidak pernah menyangka bisa mendapatkan bantuan ini. Terima kasih kepada rombongan TNI, khususnya Kopassus, yang sudah membantu membangun rumah kami,” ungkap Nusi.
Dikesempatan yang sama, saat meninjau pelaksanaan, Ketua DPD-RI, sultan langsung menghubungi dan mengapresiasi program panglima TNI melalui sambungan telepon.
“Halo pak panglima, ini saya lagi di Bengkulu dalam rangka memantau pelaksanaan KBSB, saya berharap supaya nanti program ini terus berlanjut, sangat bagus sekali ini,” ujar Sultan saat berkomunikasi langsung dengan Panglima TNI. (Red)






