BENGKULU, GK – Penyaluran bantuan pangan berupa beras untuk masyarakat di Provinsi Bengkulu hampir mencapai target penuh. Hingga 2 Oktober 2026, realisasi distribusi beras alokasi Juli, Agustus, dan September tercatat mencapai 97,45 persen.
Dari total 263.902 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang ditetapkan, sebanyak 257.168 penerima telah mendapatkan bantuan dengan volume keseluruhan mencapai 7.715.040 kilogram beras.
Capaian tersebut menjadi salah satu poin evaluasi dalam Rapat Evaluasi Penyaluran Bantuan Pangan Beras Alokasi Juli-September 2026 yang digelar di Mercure Hotel Kota Bengkulu, Rabu (7/10/2026). Rapat dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni bersama jajaran organisasi perangkat daerah dan pihak terkait.
Herwan mengatakan pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan untuk menuntaskan distribusi kepada seluruh penerima yang tercatat dalam daftar.
“Alhamdulillah target yang sudah ditetapkan kita bisa mencapai angka 97,45 persen. Dari jumlah 263 ribu penerima, yang tersalurkan itu 97,45 persen,” kata Herwan Antoni dalam rapat evaluasi penyaluran bantuan pangan di Bengkulu.
Menurutnya, sebagian bantuan yang belum terealisasi berkaitan dengan dinamika data penerima. Sejumlah nama dalam daftar mengalami perubahan kondisi, antara lain karena pindah domisili maupun meninggal dunia.
Kondisi tersebut, kata Herwan, perlu segera ditindaklanjuti melalui pemutakhiran data secara berjenjang. Pemerintah kabupaten dan kota diminta berkoordinasi hingga tingkat desa agar daftar penerima mencerminkan kondisi masyarakat terkini.
“Kita menginginkan agar target ini bisa mencapai angka 100 persen, sehingga seluruh sasaran penerima manfaat daripada program penyaluran beras ini merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Herwan juga meminta data penerima yang belum memperoleh bantuan segera disampaikan untuk dilakukan verifikasi. Jika terdapat penerima yang sudah tidak memenuhi kriteria, data tersebut dapat diperbaiki sehingga bantuan berikutnya dapat diberikan kepada masyarakat yang lebih berhak.
Berdasarkan monitoring Perum BULOG Kanwil Bengkulu per 2 Oktober 2026, sebanyak 6.734 penerima atau 2,55 persen masih tercatat belum menerima bantuan atau mengalami retur transaksi.
Volume beras yang belum tersalurkan mencapai 202.020 kilogram.
Capaian distribusi tidak sama di seluruh wilayah. Kabupaten Lebong menjadi daerah dengan realisasi tertinggi, yakni 100 persen. Sebanyak 16.158 penerima di daerah tersebut telah menerima bantuan dengan total 484.740 kilogram beras.
Kepahiang menyusul dengan realisasi 99,94 persen, Kaur 99,79 persen, Bengkulu Tengah 99,26 persen, Rejang Lebong 98,90 persen, Seluma 98,76 persen, Bengkulu Utara 97,69 persen, Bengkulu Selatan 97,44 persen, Mukomuko 96,28 persen, serta Kota Bengkulu 91,81 persen.
Sementara itu, pimpinan wilayah Perum BULOG Kanwil Bengkulu Sugeng Hardono menjelaskan bantuan pangan tersebut mencakup tiga bulan penyaluran, yakni Juli, Agustus, dan September. Setiap penerima memperoleh total 30 kilogram beras.
Penyaluran sebelumnya ditargetkan rampung pada 30 September 2026. Namun, masih terdapat sejumlah penerima yang belum terlayani akibat persoalan administrasi dan perubahan data.
Sugeng menegaskan ketersediaan beras bukan menjadi kendala dalam proses penyaluran. BULOG memastikan stok berada dalam kondisi aman dan pasokan terus masuk.
“Harapan kami target 100 persen bisa tercapai. Dari sisi stok aman, stok kita cukup dan datang terus, di samping kita terus menyerap dari Bengkulu sendiri,” kata Sugeng.
Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, program tersebut juga memiliki fungsi strategis dalam menjaga stabilitas harga. Dengan adanya bantuan beras, sebagian kebutuhan rumah tangga penerima dapat dipenuhi sehingga tekanan pengeluaran untuk membeli bahan pangan di pasar dapat berkurang.
BULOG bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait akan melanjutkan koordinasi untuk menyelesaikan data yang belum terealisasi sekaligus memastikan pembaruan daftar penerima dilakukan secara berkala.
Langkah tersebut diharapkan membuat penyaluran bantuan pangan pada periode berikutnya semakin tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.(Red)






