Bak Derby Barca-Madrid, Singaran Pati vs Gading Cempaka Berlangsung Sengit

Kiri: Harri agustian (manager Tim sekaligus ketua DPC PKS gading cempaka) Kanan: Reno Hendriyadi (manajer tim sekaligus ketua DPC PKS singaran Pati)

BENGKULU, GK — Layaknya El Clasico Barcelona dan Real Madrid yang selalu menyuguhkan tensi, gengsi, sekaligus permainan penuh strategi, duel Singaran Pati kontra Gading Cempaka dalam Turnamen Minisoccer DPD PKS Kota Bengkulu juga menghadirkan cerita tersendiri.

Bukan sekadar pertandingan memperebutkan bola dan mencetak gol, laga ini mempertemukan dua tim yang sejatinya memiliki hubungan erat. Singaran Pati dan Gading Cempaka merupakan bagian dari satu perjuangan di Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Kota Bengkulu. Dalam Pemilu 2024 lalu, keduanya berjalan bersama, bahu-membahu dalam satu dapil.

Bacaan Lainnya

Namun kali ini, lapangan hijau membuat mereka harus saling berhadapan.

Dua tim yang sebelumnya menjadi “kakak beradik” dalam perjuangan politik itu berubah menjadi rival di partai final pertandingan. Bukan untuk saling menjatuhkan, melainkan menunjukkan kemampuan terbaik demi mengangkat trofi bergengsi Turnamen Minisoccer DPD PKS Kota Bengkulu.

Jika sepak bola dunia pernah menyaksikan persaingan Messi dan Ronaldo yang membuat jutaan pasang mata terpaku, laga Singaran Pati dan Gading Cempaka pun memiliki daya tarik tersendiri. Masing-masing tim menurunkan pemain-pemain terbaik dengan kemampuan dan karakter permainan yang berbeda.

Di pinggir lapangan, atmosfer pertandingan semakin hidup. Setiap serangan, umpan matang hingga peluang mencetak gol disambut sorakan para pendukung. Permainan kedua tim juga memperlihatkan bahwa kader dan pengurus PKS tidak hanya piawai dalam aktivitas organisasi, tetapi juga mampu menyuguhkan permainan sepak bola yang menarik.

Permainan cantik yang diperlihatkan para pemain bahkan membuat Ketua DPD PKS Kota Bengkulu, Andi Saputra, beberapa kali harus merogoh kocek untuk memberikan reward secara spontan kepada pemain yang tampil menonjol.

Namun, duel persaudaraan itu akhirnya dimenangkan Singaran Pati. Tim yang dipimpin Reno Hendriyadi tersebut tampil dominan dan berhasil menaklukkan Gading Cempaka yang dipimpin Harri Agustian dengan skor telak 5-0.

Meski skor terlihat mencolok, pertandingan tetap menjadi bagian dari cerita kebersamaan. Sebab, di luar lapangan, kedua tim tetaplah satu keluarga besar yang memiliki tujuan dan perjuangan yang sama.

Andi Saputra menilai, trofi yang diperebutkan dalam turnamen tersebut hanyalah bagian dari catatan statistik.
Menurutnya, nilai paling penting dari kegiatan tersebut bukan semata-mata siapa yang menjadi juara, melainkan bagaimana seluruh kader dapat merasakan bahwa sebuah kemenangan lahir dari kerja bersama.

“Piala hanyalah sebuah bukti statistik. Yang terpenting adalah bagaimana kita semua merasakan bahwa kemenangan itu harus dikerjakan bersama-sama, tidak hanya oleh satu orang saja,” ujar Andi.

Pesan itu menjadi penutup manis dari sebuah pertandingan yang sempat mempertemukan “kakak beradik” dalam satu lapangan.

Singaran Pati boleh membawa pulang kemenangan. Gading Cempaka harus menerima kekalahan. Tetapi keduanya tetap menjadi bagian dari satu keluarga besar.

Karena pada akhirnya, setelah peluit panjang berbunyi, persaingan berhenti di lapangan. Yang tersisa adalah kebersamaan, persaudaraan, dan semangat untuk kembali berjuang bersama.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *