Sentra Dharma Guna Salurkan Bantuan Sosial Rp3,55 Miliar untuk Masyarakat

Bengkulu, GK – Pemerintah Provinsi Bengkulu memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan puncak kegiatan bakti sosial yang digelar Sentra “Dharma Guna” di Bengkulu, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial Republik Indonesia. Kegiatan yang dirangkaikan dengan khitanan massal tersebut dinilai sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat, khususnya kelompok rentan dan kurang mampu.

Apresiasi tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, saat menghadiri kegiatan bakti sosial dan khitanan massal yang berlangsung pada Senin (15/6).

Dalam sambutannya, Herwan menegaskan bahwa bakti sosial bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud kepedulian sosial yang lahir dari kolaborasi berbagai pihak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Bengkulu memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Sentra Dharma Guna. Kegiatan hari ini merupakan bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat,” ujar Herwan.

Pada kegiatan tersebut, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp3.555.116.733. Bantuan itu terdiri dari penyaluran Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) triwulan I dan II senilai Rp3.306.796.733, program khitanan massal sebesar Rp127.500.000, operasi katarak gratis senilai Rp119.700.000, serta program bebas pasung senilai Rp1.120.000.

Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Kepala Sentra “Dharma Guna” di Bengkulu, Hari Setiadi, kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu yang diwakili Sekda Herwan Antoni. Sementara pelaksanaan dan pengelolaan bantuan dilakukan langsung oleh pihak Sentra Dharma Guna.

Herwan menyoroti dua program yang dinilai memiliki dampak kemanusiaan yang besar, yakni program bebas pasung bagi penyandang disabilitas mental serta pembebasan tunggakan biaya pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Menurutnya, program-program tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memuliakan martabat masyarakat sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan.

“Pendidikan dan kesehatan adalah dua aspek yang sangat menentukan masa depan masyarakat. Karena itu, program seperti ini perlu terus diperkuat dan diperluas jangkauannya,” katanya.

Pemerintah Provinsi Bengkulu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut, di antaranya Palang Merah Indonesia, Rumah Sakit Rafflesia, dan Rumah Sunat Poniran.

Herwan turut menginstruksikan jajaran Dinas Sosial agar memberikan perhatian khusus kepada masyarakat miskin ekstrem, terutama terkait akses pendidikan bagi anak-anak di seluruh wilayah Bengkulu.

“Kepedulian sosial adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap semakin banyak masyarakat yang terbantu dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sentra Dharma Guna Bengkulu, Hari Setiadi, menjelaskan bahwa program khitanan massal telah dimulai beberapa hari sebelumnya dan diikuti 100 anak dari berbagai daerah. Mayoritas peserta berasal dari Kota Bengkulu, sementara sisanya berasal dari Kabupaten Bengkulu Tengah, Seluma, Bengkulu Utara, dan Kepahiang.

Menurut Hari, kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan sosial yang bertujuan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus memperkuat solidaritas sosial.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di masa mendatang,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, rombongan juga meninjau layanan pemeriksaan kesehatan, donor darah, serta menyapa para siswa Sekolah Rakyat SMA 6 Kota Bengkulu yang saat ini masih menempati kompleks Sentra Dharma Guna sebagai lokasi sementara sambil menunggu pembangunan gedung sekolah baru selesai.(Rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *