Mafindo Bengkulu Bekali Puluhan Guru MAN 2 Kota Bengkulu Keterampilan Pemanfaatan AI

Bengkulu, GK – Transformasi digital di dunia pendidikan terus bergerak cepat. Menyikapi hal tersebut, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bengkulu menunjukkan komitmennya untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui pelatihan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Berkolaborasi dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Bengkulu, MAN 2 Kota Bengkulu menggelar pelatihan bertajuk “AI Ready ASEAN untuk Guru”, Selasa (16/12), di Aula MAN 2 Kota Bengkulu. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 70 orang guru dari berbagai mata pelajaran.

Bacaan Lainnya

Pelatihan ini merupakan bagian dari program regional yang mendapat dukungan ASEAN Foundation dan Google.org, dengan tujuan memperkuat kapasitas pendidik dalam memahami serta memanfaatkan teknologi AI secara bertanggung jawab dalam proses belajar mengajar.

Perkuat Kesiapan Guru Hadapi Pembelajaran 2026

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MAN 2 Kota Bengkulu, Bambang Haryanto, S.Pd., menilai kegiatan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan sekolah, khususnya menjelang penyusunan dan pelaksanaan pembelajaran pada semester baru tahun 2026.

Ia menegaskan bahwa pemahaman terhadap AI menjadi bekal penting bagi guru agar tidak keliru dalam memanfaatkan berbagai aplikasi berbasis teknologi di ruang kelas.

“Kolaborasi ini sangat kami apresiasi. AI harus dipahami secara benar agar penggunaannya tepat sasaran, terarah, dan tidak disalahartikan. Guru perlu memiliki dasar pengetahuan yang kuat sebelum mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran,” ujar Bambang.

Menurutnya, penguasaan AI bukan sekadar mengikuti tren, melainkan bagian dari tuntutan profesionalisme pendidik di era digital.

AI Sebagai Pendukung, Bukan Pengganti Guru

Sementara itu, Fonika Thoyib, M.I.Kom., selaku penanggung jawab kegiatan, menjelaskan bahwa materi pelatihan dirancang untuk membangun sikap kritis guru dalam menggunakan AI. Selain aspek teknis, pelatihan ini juga menekankan pentingnya etika, validasi informasi, serta tanggung jawab akademik.

“Banyak pertanyaan teknis yang muncul, terutama terkait penyusunan prompt dan keakuratan data. Ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para guru,” ungkap Fonika.

Ia menekankan bahwa AI dalam dunia pendidikan berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti peran guru. Oleh karena itu, pendidik tetap memiliki kewajiban untuk memverifikasi setiap informasi sebelum disampaikan kepada siswa.

Materi Intensif dari Trainer Berpengalaman

Pelatihan ini menghadirkan sejumlah trainer kompeten, yakni Dani Fazli, Muhammad Krisno, Mika Oktarina, dan Rafinita Aditia. Para peserta dibekali materi mulai dari pengenalan dasar AI, teknik pengelolaan prompt, hingga pemanfaatan aplikasi pendukung pembelajaran berbasis teknologi.

Melalui pelatihan ini, MAN 2 Kota Bengkulu berharap para guru mampu menjadi pendidik yang adaptif, kritis, serta bijak dalam menyaring informasi, sehingga dapat membimbing siswa menghadapi tantangan era digital dengan lebih bertanggung jawab.(Rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *