Anggota DPR RI Erna Sari Dewi Diduga Jadi Korban Penipuan Travel Umrah

Kota Bengkulu, GK – Kasus dugaan penipuan berkedok perjalanan umrah kembali mencuat di Bengkulu setelah Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi NasDem, Erna Sari Dewi, melaporkan kerugian yang dialaminya usai mendaftar paket umrah melalui sebuah perusahaan travel. Erna mengaku mengalami kerugian besar setelah keberangkatan yang dijanjikan oleh pihak travel tidak kunjung terealisasi.

Menurut keterangan Erna, dirinya bersama tenaga ahli, Rena Anggraini, mendaftar paket umrah eksklusif yang dipromosikan oleh PT Riandha Global Wisata. Mereka memilih paket tersebut karena dijanjikan fasilitas lengkap dan jadwal keberangkatan yang jelas. Namun, hingga waktu keberangkatan yang dijadwalkan pada November 2025, tidak ada informasi yang pasti dari pihak penyelenggara.

Bacaan Lainnya

“Kami memilih paket ini karena merasa ditawarkan pelayanan terbaik. Tapi sampai waktunya, satu pun kepastian tidak ada,” ujar Erna.

Erna menjelaskan bahwa ia mengalami kerugian sebesar Rp167.500.000, sedangkan total dana yang sudah dikeluarkan untuk dua orang mencapai Rp228.000.000. Rena Anggraini yang mengambil paket berbeda juga mengalami hal serupa, setelah membayar Rp50.612.500 per orang untuk keberangkatan yang tidak pernah terjadi.

“Kami sudah melakukan pembayaran penuh sesuai ketentuan, tetapi tidak ada perkembangan ataupun dokumen resmi keberangkatan,” tambah Rena.

Upaya untuk meminta kejelasan sudah dilakukan sejak jauh hari. Namun setiap kali ditanya, pihak travel hanya menyampaikan jawaban yang tidak pasti.

“Mereka hanya bilang ‘sebentar lagi’ tanpa menunjukkan dokumen atau bukti. Kami mulai menyadari ada sesuatu yang tidak beres,” ungkap Erna.

Tidak hanya itu, para pelapor juga menemukan fakta bahwa mereka bukan satu-satunya yang menjadi korban. Mereka mengetahui sedikitnya belasan calon jamaah lain yang juga mengalami ketidakjelasan serupa. Para jamaah tersebut telah membayar lunas, tetapi keberangkatan mereka tidak pernah mendapatkan kepastian.

“Ternyata banyak jamaah lain yang mengeluhkan hal sama. Ini bukan persoalan satu atau dua orang,” kata Rena.

Sementara itu, pihak terlapor berinisial RS memberikan pernyataan bahwa kejadian ini hanyalah miskomunikasi dan kini ia sedang berupaya menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Namun, Erna dan Rena menilai jalur hukum tetap diperlukan demi adanya kepastian dan pertanggungjawaban, mengingat kerugian mereka cukup besar dan menyangkut kepentingan ibadah.

Aparat kepolisian kini tengah melakukan langkah penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak. Proses ini diharapkan mampu mengungkap dugaan penipuan travel umrah tersebut secara transparan. Para pelapor berharap kasus ini segera mendapatkan kejelasan agar tidak ada lagi calon jamaah yang menjadi korban praktik serupa.(Rn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *