Bengkulu, GK – Memiliki hunian yang layak, aman, dan nyaman kini bukan lagi sekadar impian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Provinsi Bengkulu. Lewat kehadiran Program Fasilitas
Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang diamanatkan dalam APBN, pemerintah terus membuktikan komitmennya dalam menjamin pemerataan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan berbasis infrastruktur papan.
Kinerja luar biasa Program FLPP di Provinsi Bengkulu hingga 21 Agustus 2026 menunjukkan bahwa 1.029 unit rumah subsidi telah berhasil direalisasikan dan diserahterimakan kepada keluarga penerima manfaat.
Unit-unit rumah tersebut tersebar secara masif di 144 lokasi perumahan yang mencakup 10 kabupaten/kota di seluruh Provinsi Bengkulu. Penyaluran ini melibatkan ekosistem bisnis yang solid, terdiri dari 158 pengembang perumahan lokal dan 6 bank penyalur tepercaya. Total nilai penyaluran program pembiayaan ini telah menyentuh angka impresif, yakni Rp121.588.910.637.
• Realisasi Rumah Subsidi FLPP
: 1.029 Unit Terjual
• Nilai Pembiayaan Tersalurkan
: Rp121,58 Miliar
• Jangkauan Lokasi
: 144 Lokasi Perumahan di 10 Kabupaten/Kota
• Realisasi Anggaran Infrastruktur Permukiman : Rp37,67 Miliar (56,46%)
Lebih dari sekadar menyalurkan kredit murah, pemerintah juga all-out mendukung ekosistem perumahan melalui Program Strategis 3 Juta Rumah. Di Bengkulu, APBN telah mengalokasikan dana fantastis sebesar Rp66,73 miliar untuk Penyelenggaraan Infrastruktur Kawasan Permukiman Perkotaan dan Pedesaan.
Hingga pekan ketiga Agustus, realisasinya telah mencapai Rp37,67 miliar atau 56,46 persen, yang diperuntukkan bagi perbaikan akses jalan, drainase, dan fasilitas umum di kawasan perumahan. Masyarakat bisa memperoleh skema tenor KPR rumah subsidi hingga 40 tahun dengan suku bunga tetap (fixed rate) yang sangat rendah, yakni 5%. Kebijakan pro-rakyat ini diproyeksikan akan memangkas beban angsuran MBR hingga tersisa sekitar Rp500 ribu hingga Rp700 ribu saja per bulannya—jauh lebih murah dibandingkan biaya sewa rumah pada umumnya.
Kanwil DJPb akan mengawal setiap rupiah dari program perumahan ini agar tepat sasaran dan menjadi jangkar pengentasan kemiskinan di Provinsi Bengkulu.(Red)






