Jakarta, GK – Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra beberapa waktu terakhir menimbulkan dampak kerusakan cukup parah pada infrastruktur dasar dan kehidupan sosial masyarakat.
Banyak daerah mengalami lumpuh total akibat terputusnya jaringan listrik, air bersih, hingga akses komunikasi. Kondisi ini membuat ribuan warga kesulitan memenuhi kebutuhan pokok, sementara upaya evakuasi dan distribusi bantuan harus dilakukan di tengah medan yang sulit.
Melihat situasi tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin mengambil langkah cepat dan tepat. Tanpa seremonial atau publikasi besar, Sultan menginstruksikan para senator dari tiga provinsi terdampak—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—untuk kembali ke daerah masing-masing dan memastikan proses penyaluran bantuan berjalan efektif. Gerak cepat ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral DPD RI terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa-masa kritis.
Tidak hanya memberikan arahan, Sultan juga secara langsung mengirimkan bantuan logistik vital bagi masyarakat. Bantuan yang dikirim meliputi 40 unit mesin genset sebagai sumber penerangan darurat, perangkat radio tower combat untuk memperkuat jaringan komunikasi dasar, dua ton bahan makanan seperti beras, mie instan, dan ikan sarden, serta distribusi air bersih ke wilayah yang mengalami kelumpuhan akses. Salah satu daerah yang menerima bantuan tersebut adalah Kota Langsa, Aceh, yang menjadi lokasi paling terdampak akibat banjir bandang.
Pengiriman bantuan ini dibenarkan oleh aktivis sekaligus pengusaha muda asal Bengkulu, Kevin Feliciano, saat ditemui di Jakarta pada Selasa (9/12). Menurut Kevin, meskipun Ketua DPD RI tidak hadir langsung ke lokasi bencana, Sultan memberikan instruksi tegas agar bantuan segera disalurkan secara langsung ke para korban dan dapur umum warga di Kota Langsa pada 1–4 Desember lalu.
“Bantuan kemanusiaan ini adalah wujud kepedulian dan tanggung jawab moral Ketua DPD RI kepada masyarakat Sumatra. Meskipun tidak besar, bantuan ini sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di tengah keterbatasan,” ujar Kevin.
Ia menjelaskan bahwa Kota Langsa menjadi salah satu daerah yang lumpuh total akibat kerusakan jaringan listrik, air bersih, hingga akses internet. Kondisi tersebut membuat warga terisolasi selama beberapa hari. Oleh karena itu, pengiriman genset dan jaringan radio darurat menjadi sangat penting dalam membantu masyarakat tetap terhubung dan mendapatkan informasi dari pemerintah serta petugas setempat.
Kevin menambahkan, warga juga sangat terbantu dengan adanya suplai air bersih dan bahan makanan.
“Masyarakat memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua DPD RI. Mereka berharap jaringan listrik dan air bersih dapat segera dipulihkan,” tutupnya.
Langkah cepat tanpa seremoni ini menjadi bukti bahwa tindakan nyata sering kali lebih berarti daripada sekadar publikasi. Ketua DPD RI menunjukkan bahwa kehadiran negara dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di saat paling membutuhkan.(Rls)







