BENGKULU, GK – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Dr (H.C) Sultan Baktiar Najamudin, menyerahkan bantuan pendidikan melalui program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) bagi mahasiswa di Bengkulu. Upaya tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Bengkulu, Jumat (9/10/2026).
Sultan menaruh perhatian pada akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menghalangi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Hal itu disampaikan Sultan seusai memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Bengkulu dan Universitas Terbuka Bengkulu. Ia mengatakan, aspirasi masyarakat, khususnya mahasiswa yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan, menjadi salah satu perhatian yang terus diperjuangkannya.
“Begitu banyak aspirasi dari masyarakat Bengkulu, khususnya mahasiswa. Ada di kita mahasiswa-mahasiswi yang secara ekonomi sebenarnya kurang dan sangat membutuhkan program beasiswa. Karena memang kuota beasiswanya terbatas sekali, bayangkan dari seluruh Indonesia berapa banyak yang membutuhkan,” ujar Sultan.
Sebagai Ketua DPD RI, Sultan mengaku berupaya memperjuangkan tambahan alokasi bantuan pendidikan melalui jalur aspirasi. Ia berharap semakin banyak mahasiswa asal Bengkulu yang mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan kuliah dengan dukungan pembiayaan.
“Ini aja program yang baru dapat lagi kemarin, kalau totalnya ribuan ya, yang sudah kita bawa itu ribuan banyak sekali. Tapi yang terakhir ini kemarin dapat slot terbaru dari aspirasi saya, sekitar lima ratusan kalau gak salah, dalam sebulan terakhir kemarin,” katanya.
Kendati demikian, Sultan mengakui jumlah penerima bantuan tersebut masih perlu ditingkatkan untuk menjawab kebutuhan mahasiswa di Bengkulu.
Ia pun telah menyampaikan permintaan kepada Menteri agar kuota bantuan pendidikan bagi mahasiswa di daerah ini dapat diperbanyak pada tahun mendatang.
“Komitmen kita harus diperbanyak sehingga program beasiswa ini akan sangat meringankan orang tua, karena selain memang biaya kuliahnya ditanggung semua, juga akan mendapatkan uang saku,” ujarnya.
Sultan berharap, bantuan melalui KIP Kuliah dapat membantu meringankan beban orang tua, terutama keluarga dengan penghasilan terbatas. Dengan dukungan biaya pendidikan, mahasiswa diharapkan dapat menyelesaikan studi tanpa terlalu terbebani persoalan finansial.
Ia menilai dukungan tersebut semakin penting di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah dan kondisi ekonomi masyarakat yang beragam. Karena itu, perluasan akses bantuan pendidikan menjadi salah satu upaya untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda Bengkulu.
“Poinnya adalah saya ingin di periode saya ini sebanyak mungkin mahasiswa-mahasiswi Bengkulu, termasuk siswa yang program KIP itu, mendapatkan benefit atau mendapatkan manfaat sebanyak-banyaknya,” tegasnya.
Sultan menegaskan, dirinya akan terus mengupayakan penambahan kuota bantuan pendidikan agar semakin banyak mahasiswa asal Bengkulu dapat merasakan manfaat program tersebut.
Melalui upaya itu, ia berharap kesempatan mengenyam pendidikan tinggi semakin terbuka bagi generasi muda, sekaligus membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan biaya pendidikan anak-anak mereka.(Red)






