BENGKULU, GK – Anggota DPD RI daerah pemilihan Provinsi Bengkulu, apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S., mengapresiasi pelaksanaan program Karya Bakti Skala Besar TNI Angkatan Darat (TNI AD) Tahun 2026 yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Destita saat menghadiri peresmian Karya Bakti TNI AD Tahun 2026 di Balai Semarak Bengkulu, Sabtu (17/10/2026).
Menurut Destita, program tersebut menjadi bentuk nyata sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan daerah, terutama di tengah keterbatasan kemampuan finansial pemerintah daerah.
Ia menyebutkan, kolaborasi yang melibatkan TNI AD, Kopassus, Kementerian Desa, DPD RI, pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan lainnya merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan pembangunan hingga ke tengah masyarakat.
“Jadi, ini merupakan event yang sangat luar biasa menurut saya, karena ini merupakan sinergi dan kolaborasi dari berbagai macam pihak untuk kemajuan di provinsi Bungkulu,” ujar Destita.
Dalam pemaparannya, program Karya Bakti Skala Besar tersebut menargetkan pelaksanaan pembangunan di 721 titik hingga Desember 2026. Pekerjaan yang direncanakan mencakup pembangunan jembatan, rumah layak huni, fasilitas sanitasi berupa WC, jalan, serta sejumlah infrastruktur lainnya yang dibutuhkan masyarakat.
Destita menilai, berbagai jenis pembangunan tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam mendukung aksesibilitas, kelayakan tempat tinggal, dan pemenuhan kebutuhan dasar.
“Di antaranya ada jembatan, rumah layak tinggal, ada WC, kemudian ada jalan, dan lain sebagainya. Dan tetapi ini adalah kerja-kerja nyata yang perlu kita apresiasi permulaannya,” katanya.
Ia berharap, pelaksanaan program tersebut dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai wilayah Provinsi Bengkulu.
Lebih jauh, Destita menilai keberhasilan program kolaboratif tersebut berpotensi menjadi referensi bagi daerah lain dalam mengembangkan pola pembangunan yang melibatkan banyak pihak.
“Dan apabila ini berhasil dengan baik, insya Allah akan menjadi percontohan untuk provinsi-provinsi lainnya bagaimana kita berkolaborasi semua pihak untuk membangun kesejahteraan pemerintah daerah di tengah keterbatasan finansial,” ungkapnya.
Libatkan Lebih dari 1.200 Personel TNI
Destita juga mengungkapkan bahwa program Karya Bakti Skala Besar ini melibatkan lebih dari 1.200 personel TNI. Pelaksanaannya mencakup wilayah 9 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Bengkulu.
Menurutnya, keterlibatan personel dalam jumlah besar, disertai dukungan berbagai pemangku kepentingan, menunjukkan pentingnya kerja sama dalam mempercepat pembangunan yang menjangkau kebutuhan masyarakat.
Terkait besaran anggaran program, Destita menyampaikan bahwa angka total anggaran belum dipaparkan dalam kegiatan tersebut. Informasi yang disampaikan kepadanya lebih berfokus pada jumlah titik pembangunan dan personel yang terlibat.
“Untuk anggaran tadi tidak disebutkan tapi disebutkan jumlah titiknya 721 dan personel yang terlibat dari TNI lebih dari 1.200 orang, ini luar biasa, di 10-9 kabupaten,” jelasnya.
DPD RI Dukung Kolaborasi Pembangunan
Destita menjelaskan, keterlibatan DPD RI dalam program ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong kolaborasi pembangunan di daerah. Ia menyebut inisiatif tersebut turut melibatkan Ketua DPD RI yang merangkul TNI dan berbagai pihak terkait.
Menurut Destita, DPD RI berperan dalam mendukung koordinasi dan kerja sama agar program pembangunan dapat terlaksana secara efektif dan memberikan dampak bagi masyarakat.
Ia berharap program Karya Bakti Skala Besar tidak berhenti pada pelaksanaan tahun 2026, tetapi dapat berlanjut pada tahun-tahun berikutnya dengan cakupan pembangunan yang semakin luas.
“Mari kita sama-sama sukseskan. Semoga program ini sukses. Mudah-mudahan tahun depan lebih banyak lagi titiknya,” tuturnya.
Destita pun mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program tersebut agar target pembangunan dapat tercapai dan manfaatnya dirasakan masyarakat Bengkulu.
Baginya, keberhasilan Karya Bakti Skala Besar tidak hanya diukur dari banyaknya titik pembangunan, tetapi juga dari keberlanjutan manfaat infrastruktur serta kontribusinya terhadap kesejahteraan masyarakat.(Red)






