Kota Bengkulu, GK – Pemerintah Kota Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketertiban dan kebersihan ruang publik. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) turun langsung membersihkan trotoar di Jalan Cendana, tepatnya di kawasan depan Stadion, Senin (12/1/2026).
Aksi gotong royong ini dilakukan menyusul maraknya aktivitas pedagang durian yang menggunakan trotoar sebagai lokasi berjualan. Akibatnya, fasilitas pejalan kaki tersebut dipenuhi sisa kulit durian dan sampah lainnya sehingga mengganggu kebersihan serta kenyamanan masyarakat.
Sebelum melakukan pembersihan, Satpol PP terlebih dahulu menertibkan para pedagang yang masih berjualan di atas trotoar. Penertiban dipimpin langsung oleh Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang. Para pedagang diberikan teguran dan diminta segera meninggalkan lokasi karena trotoar diperuntukkan bagi pejalan kaki, bukan untuk aktivitas berdagang.
Setelah area dinyatakan steril, petugas Satpol PP bersama personel Damkar langsung melakukan pembersihan menyeluruh. Petugas Damkar menyemprot permukaan trotoar menggunakan air bertekanan tinggi untuk menghilangkan kotoran dan sisa-sisa sampah, sementara anggota Satpol PP menyapu dan mengangkut sampah yang berserakan.
Kegiatan gotong royong ini juga melibatkan unsur pemerintah wilayah. Camat Ratu Agung, Lurah Sawah Lebar Baru, serta Lurah Padang Jati turut hadir dan berpartisipasi dalam pembersihan. Sebelumnya, pihak kecamatan dan kelurahan telah mengambil langkah preventif dengan memasang pagar di sepanjang trotoar serta menanam tanaman jeruk guna mencegah trotoar kembali digunakan sebagai lapak berjualan.
“Trotoar ini sudah dipagari dan bahkan ditanami tanaman oleh Camat Ratu Agung dan Lurah Sawah Lebar Baru. Kami dari Satpol PP bersama Damkar membantu membersihkannya agar kembali rapi dan nyaman digunakan masyarakat,” ujar Sahat di sela kegiatan.
Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir penggunaan trotoar untuk aktivitas berdagang. Menurutnya, penertiban ini bukan semata-mata untuk menindak pedagang, tetapi demi menjaga fungsi fasilitas umum dan keindahan kota.
“Kami mengimbau sekaligus memperingatkan para pedagang durian agar tidak lagi berjualan di lokasi ini. Trotoar bukan tempat berdagang, tidak ada ruang untuk aktivitas tersebut di sini,” tegas Sahat.
Dengan penataan dan pembersihan ini, Pemerintah Kota Bengkulu berharap trotoar di Jalan Cendana dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya serta menciptakan lingkungan kota yang tertib, bersih, dan nyaman bagi seluruh warga.(Red)







