Kota Bengkulu, GK – Sebanyak 13 geng motor di Kota Bengkulu kini masuk dalam pengawasan ketat tim gabungan yang terdiri dari Pemerintah Kota (Pemkot), aparat kepolisian, dan TNI. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), menyusul meningkatnya aktivitas kelompok remaja bermotor di sejumlah titik.
Tim gabungan yang melibatkan unsur Pemerintah Kota Bengkulu, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Tentara Nasional Indonesia tersebut telah memetakan lokasi berkumpulnya geng motor berikut perkiraan jumlah anggotanya.
Adapun 13 geng motor yang saat ini dalam pemantauan antara lain:
Geng motor yang berkumpul di Warung Dedi, Kelurahan Panorama, dengan jumlah anggota sekitar 20 orang.
Geng motor Venom, yang biasa berkumpul di sekitar rumah sakit kawasan kota, dengan anggota sekitar 20 orang.
Gerombolan Pasukan Semenanjung, titik kumpul di Warung Mak Ira belakang SMA 7 Jalan Jenggalu, beranggotakan sekitar 15 orang.
Geng motor Mushang King 2022, berkumpul di warung Emak gang depan MAN Model Kecamatan Gading Cempaka, dengan anggota sekitar 20 orang.
Geng motor Warung Sultang (WS), berlokasi di kawasan Bumi Ayu Ujung, dengan jumlah anggota sekitar 30 orang.
Geng motor KA Seto dan Rasixs Comunity, dengan titik kumpul di belakang Hotel Santika, beranggotakan sekitar 30 orang.
Geng motor BATS, yang biasa berkumpul di Jalan Hibrida Raya depan RS Ummi, dengan jumlah anggota sekitar 15 orang.
Wagana, berlokasi di Simpang Bapas Kuala Alam, dengan anggota sekitar 30 orang.
Warung Hafizh, yang berkumpul di Jalan Bumi Ayu, dengan jumlah anggota sekitar 20 orang.
Geng Pasukan Senyap Malam, di Kelurahan Semarang, dengan anggota diperkirakan mencapai 40 orang.
Geng motor Dendam Ceria, berlokasi di Jalan Danau Dendam Tak Sudah, dengan jumlah anggota sekitar 30 orang.
Geng motor City Crew, berkumpul di Jalan Cendana Sawah Lebar, dengan anggota sekitar 30 orang.
Geng motor No Name, yang berlokasi di Jalan Kalimantan Raya Rawa Makmur, dengan jumlah anggota sekitar 30 orang.
Tim gabungan menyatakan pengawasan dilakukan secara persuasif dan preventif. Selain patroli rutin, pendekatan juga dilakukan melalui pembinaan kepada para remaja yang tergabung dalam kelompok tersebut, serta melibatkan peran orang tua dan tokoh masyarakat.
Pemerintah berharap langkah ini dapat mencegah potensi tawuran, balap liar, serta tindakan kriminalitas yang meresahkan warga. Masyarakat juga diimbau untuk segera melapor apabila menemukan aktivitas yang mengarah pada gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.
Dengan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, diharapkan situasi kamtibmas di Kota Bengkulu tetap aman dan kondusif.(Red)







