Kota Bengkulu, GK – Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi Hanura Dapil IV Ratu Agung–Ratu Samban, Sudisman S.Sos, menggelar reses pertama tahun 2026 dengan tema “Menyerap dan Menyalurkan Aspirasi Masyarakat Kota Bengkulu”, Selasa (17/02/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Forum RT dan RW, tokoh masyarakat, serta sejumlah perwakilan OPD, di antaranya Nuzuludin, SE, perwakilan Dinas Perhubungan Deni Junaidi, Dinas Lingkungan Hidup Kiki, serta perwakilan kecamatan Rina. Suasana reses berlangsung dialogis dengan berbagai aspirasi yang disampaikan secara langsung oleh warga.
Dalam sambutannya, Sudisman menegaskan komitmennya untuk menampung dan memperjuangkan setiap aspirasi masyarakat agar dapat ditindaklanjuti melalui program pembangunan daerah.
“Kami hadir untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi akan kami catat dan teruskan ke instansi terkait agar bisa direalisasikan sesuai mekanisme yang ada,” ujar Sudisman.
Ia juga menjelaskan bahwa kondisi anggaran pembangunan Kota Bengkulu saat ini mengalami keterbatasan akibat adanya pemotongan anggaran dari pemerintah pusat. Karena itu, pemerintah daerah harus menetapkan skala prioritas dalam menentukan program pembangunan.
Salah satu keluhan utama yang disampaikan warga adalah persoalan lampu jalan yang belum terealisasi, khususnya di Kelurahan Sawah Lebar. Abdul Ansori, Ketua RT 1, mengungkapkan bahwa usulan pemasangan sekitar 20 titik lampu jalan telah diajukan, namun hingga kini belum ada realisasi.
“Harapannya, aspirasi ini bisa segera diwujudkan karena penerangan jalan sangat penting untuk keamanan dan kenyamanan warga,” kata Ansori.
Selain lampu jalan, masalah siring dan drainase di RT 7 Nusa Indah juga menjadi perhatian serius. Warga menilai kondisi drainase yang rusak dan tidak berfungsi optimal telah berlangsung lama dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Pak Edi, warga RT 7 Nusa Indah, menyampaikan kekecewaannya karena aspirasi tersebut sudah berulang kali disampaikan, namun belum mendapat tindak lanjut yang signifikan.
“Kami sudah bayar berbagai macam pajak, tapi belum ada pembangunan yang terealisasi di daerah kami. Kami berharap ada tindakan nyata, bukan sekadar janji,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Sudisman memastikan bahwa persoalan lampu jalan dan drainase akan menjadi catatan penting untuk diperjuangkan dalam pembahasan program pembangunan mendatang.
“Kami memahami masyarakat ingin bukti nyata. Aspirasi ini akan kami kawal agar bisa masuk dalam rencana pembangunan Kota Bengkulu tahun 2027,” tegas Sudisman.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus aktif menyampaikan laporan dan memantau perkembangan usulan agar proses pengawalan aspirasi berjalan maksimal dan tepat sasaran.(Red)







