Politik sering kali dicap sebagai dunia yang kotor—penuh godaan, intrik, dan dekat dengan perilaku korupsi. Namun benarkah politik selalu demikian? Bagi Presiden PKS, Al Muzammil Yusuf, yang menentukan bukanlah panggung politiknya, melainkan integritas pribadi orang yang menjalaninya.
Menurutnya, menjaga diri agar tidak hanyut dalam godaan kekuasaan dimulai dari integritas. Dan integritas, tegasnya, tidak lahir secara instan ketika seseorang duduk di kursi jabatan. Ia ditempa jauh sebelumnya—dari rumah, dari didikan orang tua, serta dari nilai-nilai yang ditanamkan sejak kecil.
“Sering kali benteng terkuat itu adalah doa dan pesan seorang ibu yang tak pernah menuntut lebih dari yang halal,” ungkapnya.
Keluarga, lanjutnya, memiliki peran penting dalam membentuk karakter. Jika sejak awal jabatan tidak dipandang sebagai ladang keuntungan, maka seseorang akan lebih kuat menghadapi berbagai godaan saat memegang amanah publik.
Ia mengingatkan bahwa setiap pejabat membawa bukan hanya nama pribadi, tetapi juga nama keluarga, anak-istri, dan institusi yang diwakilinya. Karena itu, menjaga kehormatan berarti menjaga banyak hal sekaligus.
Belajar dari tokoh-tokoh dunia juga menjadi refleksi penting. Ia mencontohkan Anwar Ibrahim yang tetap menguatkan diri dengan terus mengingat penderitaan rakyat kecil. Ketika seorang pemimpin rutin melihat dan merasakan langsung kesulitan masyarakat, hati akan lebih sulit tergoda oleh kepentingan pribadi.
Dalam sejarah Islam, teladan kepemimpinan yang bersih juga tergambar dalam sirah Muhammad SAW, serta kisah Umar bin Khattab dan Umar bin Abdul Aziz. Mereka dikenal sebagai pemimpin yang menjaga amanah dengan keteguhan luar biasa, hidup sederhana, dan menempatkan kepentingan umat di atas kepentingan diri sendiri.
Pada akhirnya, ikhtiar menjaga integritas tidak cukup hanya dengan niat baik. Ia harus disertai doa. Karena penjagaan terbaik adalah penjagaan dari Allah SWT. Momentum Ramadan pun menjadi pengingat bahwa ibadah bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari mengambil yang bukan hak kita.
“Semoga kita semua dijaga dari godaan, dan diberi kekuatan untuk tetap jujur di mana pun berada,” pesannya.(Red)







