BENGKULU, GK – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Mahdi Husen, S.H., bergerak mengupayakan pemulangan jenazah Rizki, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Air Duku, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, yang meninggal dunia di Osaka, Jepang, pada 11 Oktober 2026.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga di daerah pemilihannya, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Bengkulu periode 2024–2029 tersebut mendatangi Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) di Jakarta untuk berkoordinasi mengenai proses pemulangan jenazah.
Mahdi mengatakan, langkah tersebut dilakukan agar penanganan musibah yang menimpa Rizki dapat segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk perwakilan Indonesia di Jepang.
“Kunjungan ke Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, KP2MI, koordinasi terkait musibah atas nama Rizki, warga Air Duku, Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, yang meninggal di Osaka, Jepang, 11 Oktober. Semoga diberi jalan kemudahan dan kelancaran dalam pengurusannya,” ujar Mahdi.
Tunggu Informasi Resmi dari Jepang
Mahdi menjelaskan, pihaknya masih menunggu informasi resmi dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka dan Kepolisian Jepang terkait penanganan kasus tersebut, termasuk keterangan mengenai penyebab kematian almarhum.
Dalam koordinasi dengan KP2MI, ia telah menerima penjelasan awal mengenai proses yang perlu dilalui untuk memulangkan jenazah ke Indonesia.
“Kita lagi menunggu dari KJRI Osaka dan Kepolisian Osaka Jepang. Tadi kita sudah mendapatkan penjelasan dari pihak kementerian,” katanya.
Menurut Mahdi, proses pemulangan jenazah dari luar negeri membutuhkan penanganan administratif dan koordinasi lintas instansi. Selain itu, biaya pemulangan yang relatif tinggi menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian agar tidak semakin membebani keluarga yang tengah berduka.
Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Pemerintah Provinsi Bengkulu, serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Bengkulu untuk bersama-sama mengupayakan bantuan bagi keluarga almarhum.
“Biaya pemulangan dari Jepang cukup tinggi. Kita akan dorong Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dan Pemerintah Provinsi Bengkulu, Baznas Provinsi Bengkulu untuk bersama-sama membantu keluarga,” tegasnya.
Sampaikan Duka Cita kepada Keluarga
Mahdi yang mewakili daerah pemilihan Bengkulu 4, meliputi Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Lebong, turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Rizki.
Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut, sembari menunggu kejelasan informasi dari otoritas Jepang dan proses pemulangan jenazah.
“Keluarga yang mengalami musibah diberi kesabaran, ketabahan, dan kekuatan iman. Kita tunggu rilis dari KJRI dan Kepolisian Osaka Jepang. Saya, Mahdi Husen, S.H., turut berduka cita sedalam-dalamnya,” ungkapnya.
Hingga informasi ini disusun pada 12 Oktober 2026, jenazah Rizki masih berada di Osaka, Jepang. Keterangan resmi mengenai penyebab kematian serta perkembangan proses pemulangan masih menunggu informasi dari pihak berwenang.
Upaya koordinasi yang dilakukan Mahdi diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan administrasi dan membuka jalan bagi dukungan pemerintah daerah maupun lembaga terkait untuk meringankan beban keluarga.
Peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian mengenai pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat, perwakilan Indonesia di luar negeri, dan pemerintah daerah dalam menangani warga negara Indonesia yang mengalami musibah saat bekerja di negara lain.(Red)






