Bengkulu, GK – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Bengkulu pada Rabu (1/4). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pertahanan wilayah di tingkat daerah.
Menhan RI tiba di Bengkulu menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara dan disambut langsung oleh Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten, Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi, Wakil Gubernur Bengkulu Mian, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menyampaikan bahwa dalam kunjungan tersebut, Menhan mengungkapkan rencana strategis pembangunan kekuatan militer di Bengkulu, yakni pembangunan 10 batalyon yang akan tersebar di seluruh kabupaten dan kota.
“Menhan menyampaikan bahwa 10 kabupaten dan kota di Bengkulu akan dibangun batalyon. Saat ini yang sudah dan akan dibangun berada di Kabupaten Seluma dan Bengkulu Tengah,” ujar Mian.
Selain pembangunan batalyon, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga mendukung rencana pembangunan pangkalan udara (lanud) sebagai bagian dari penguatan infrastruktur pertahanan. Dukungan tersebut ditunjukkan dengan kesiapan lahan yang telah diusulkan.
Menurut Mian, lahan milik PTPN di Kabupaten Seluma telah diajukan oleh Pemprov Bengkulu untuk pembangunan lanud. Saat ini, proses tersebut tinggal menunggu kesepakatan antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian Keuangan.
“Lahan milik PTPN di Seluma telah diusulkan oleh Pemprov. Saat ini tinggal menunggu kesepakatan antara Menhan dan Menteri Keuangan,” tambahnya.
Kunjungan kerja Menhan ini diharapkan dapat mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur pertahanan di Bengkulu, sekaligus meningkatkan kesiapan dan keamanan wilayah, khususnya di kawasan pesisir barat Sumatera.(Red)







