Jakarta, GK – Pernyataan Said Didu yang menyebut industri event organizer (EO) sebagai “sarang korupsi” menuai respons keras dari Kawendra Lukistian. Anggota Komisi VI DPR RI tersebut menilai pernyataan itu sebagai logika yang keliru dan berpotensi merusak citra industri kreatif nasional.
Menurut Kawendra, pandangan tersebut tidak sejalan dengan arah kebijakan Prabowo Subianto yang mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif, UMKM, dan industri berbasis kreativitas sebagai motor pertumbuhan ekonomi.
Dalam unggahan di media sosialnya, Kawendra menegaskan bahwa industri EO justru memiliki kontribusi nyata terhadap perekonomian. Ia menyebut sektor ini berperan besar dalam menciptakan lapangan kerja serta menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
“Industri Event Organizer (EO) adalah industri yang jelas-jelas menggerakkan ekonomi bangsa. Sesat logika yang disampaikan tentu sangat berbahaya,” ujar Kawendra.
Ia memaparkan bahwa kontribusi industri EO terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai sekitar Rp128 triliun. Selain itu, sektor ini juga melibatkan lebih dari 14.800 UMKM, sekitar 270 ribu tenaga profesional, serta jutaan pekerja lepas yang bergantung pada kegiatan event.
Kawendra menegaskan bahwa industri EO bukan beban anggaran negara, melainkan sektor produktif yang memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat. Karena itu, menurutnya, negara seharusnya hadir untuk melindungi dan memperkuat sektor ini, bukan justru melemahkannya melalui stigma negatif.
Lebih lanjut, ia juga membuka kemungkinan menempuh jalur hukum guna menjaga marwah pelaku ekonomi kreatif, khususnya di sektor EO.
“Demi menjaga marwah pejuang ekonomi kreatif di sektor EO, saya mempertimbangkan meminta Bidang Hukum DPP Gekrafs melaporkan ini secara perdata,” tegasnya.
Pernyataan Kawendra tersebut mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk warganet di media sosial. Banyak yang menilai industri EO telah memberikan kontribusi besar dalam membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, kritik terhadap pernyataan Said Didu juga menguat, dengan sejumlah pihak menilai bahwa generalisasi terhadap seluruh industri EO berpotensi merugikan para pelaku usaha dan pekerja kreatif yang selama ini berkontribusi positif bagi perekonomian nasional.(Red)







