Bengkulu – Legislator Komisi VII asal Bengkulu, Erna Sari Dewi (ESD), menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Bengkulu. Hal ini disampaikan saat menghadiri Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro yang digelar di Sport Center Pantai Panjang Bengkulu, Selasa (18/11).
Festival berskala besar yang melibatkan lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, BUMN, hingga berbagai asosiasi pelaku usaha tersebut berhasil menghadirkan sedikitnya 1.200 pelaku UMKM dari berbagai kabupaten/kota. Berbagai layanan terpadu disediakan secara langsung, mulai dari legalitas usaha hingga pelatihan peningkatan kapasitas.
Menurut ESD, festival ini menjadi momentum penting untuk mempercepat penguatan sektor UMKM di Bengkulu. Ia menilai kegiatan tersebut berhasil memberikan akses nyata bagi pelaku usaha mikro untuk mendapatkan fasilitas yang selama ini sulit dijangkau.
“Hari ini sungguh luar biasa. Akhirnya terealisasi bahwa para UMKM kita diberikan segala fasilitas kemudahan dan perlindungan. Semuanya tersentralisasi di Sport Center, mulai dari pendampingan, pelatihan, sampai peningkatan kapasitas,” kata ESD.
Dalam kegiatan itu, para pelaku UMKM mendapat berbagai layanan penting seperti pendampingan usaha, sertifikasi perizinan, pelatihan pembuatan konten produk, strategi pemasaran, hingga penerapan transformasi digital melalui penggunaan QRIS. ESD menilai langkah ini merupakan terobosan yang sangat dibutuhkan UMKM di era kompetisi ekonomi saat ini.
ESD mengungkapkan bahwa Provinsi Bengkulu memiliki 230.075 pelaku UMKM yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Namun, berdasarkan data yang ia sebutkan, masih kurang dari 50 persen pelaku UMKM yang memiliki legalitas usaha. Karena itu, kehadiran ribuan UMKM dalam festival ini menjadi langkah awal untuk memperluas akses legalitas dan perlindungan usaha.
“Hari ini lebih dari 1.200 pelaku UMKM hadir untuk menikmati fasilitas kemudahan dan perlindungan. Ini langkah maju yang perlu terus diperluas,” ujarnya.
Ke depan, ESD mendorong agar kegiatan serupa dilakukan secara berkelanjutan dan lebih terfokus di setiap kabupaten/kota sehingga pemberdayaan UMKM dapat merata.
“Kita berharap ada kontinuitas dari event seperti ini, sehingga lebih banyak UMKM yang bisa dirangkul dan diperkuat,” tutupnya.
Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro ini menjadi bukti konkret sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong UMKM Bengkulu naik kelas melalui akses layanan legalitas, pelatihan, dan digitalisasi yang semakin terbuka.(Red)







