BENGKULU, GK – Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Bengkulu menggelar Sarasehan Perekonomian dalam rangka Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Bengkulu Edisi Mei 2026 dan Kajian Fiskal Regional (KFR), di Hotel Mercure Bengkulu, Selasa (28/7).
Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi kebijakan moneter dan fiskal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Sarasehan tersebut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu R.A. Denni, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, serta jajaran pemangku kepentingan dari pemerintah daerah, instansi vertikal, akademisi, pelaku usaha, hingga sektor perbankan.
Mengusung tema “Sinergi Moneter dan Fiskal: Memperkuat Stabilitas dan Optimisme Perekonomian Domestik guna Mendorong Intermediasi dan Investasi Berkualitas di Provinsi Bengkulu,” forum ini membahas perkembangan ekonomi terkini sekaligus menyusun langkah-langkah strategis guna mempercepat pembangunan ekonomi daerah di tengah dinamika ekonomi global dan nasional.
Dalam sambutannya, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bengkulu, R.A. Denni, menyampaikan bahwa kondisi perekonomian Bengkulu pada Triwulan I Tahun 2026 masih menunjukkan performa yang cukup baik. Berdasarkan data yang dipaparkan, ekonomi Provinsi Bengkulu tumbuh sebesar 4,72 persen secara tahunan (year on year/yoy).
“Pertumbuhan ekonomi Bengkulu masih berada pada jalur yang positif. Hal ini menunjukkan bahwa fondasi ekonomi daerah cukup kuat dan mampu bertahan menghadapi berbagai dinamika yang terjadi,” ujar Denni.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari tetap terjaganya konsumsi rumah tangga sebagai penyumbang utama pertumbuhan ekonomi. Selain itu, belanja pemerintah juga dinilai mampu menjaga aktivitas ekonomi masyarakat sehingga roda perekonomian tetap bergerak.
Di sisi lain, investasi di Bengkulu juga masih memperlihatkan tren yang positif meskipun kontribusinya belum menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif melalui berbagai kebijakan yang mendukung kemudahan berusaha dan peningkatan daya saing daerah.
Denni menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang lebih berkualitas. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat sektor riil, meningkatkan intermediasi perbankan, serta membuka peluang investasi baru di berbagai sektor unggulan Bengkulu.
Melalui sarasehan ini, para peserta juga memperoleh gambaran mengenai kondisi perekonomian terkini, prospek ekonomi ke depan, serta tantangan yang perlu diantisipasi.
Hasil diskusi diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi Provinsi Bengkulu.(Rls)






