Bengkulu, GK – Upaya memperluas akses jaringan telekomunikasi di Provinsi Bengkulu terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Hal ini terlihat dari kunjungan kerja Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, ke Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia pada Kamis (12/3).
Pertemuan tersebut membahas percepatan penanganan wilayah blank spot dan sinyal lemah di Bengkulu. Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Bengkulu, masih terdapat sekitar 40 desa yang mengalami keterbatasan akses jaringan telekomunikasi.
Dalam kesempatan itu, Helmi Hasan menyampaikan bahwa kunjungan ke kementerian tersebut bertujuan memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat agar persoalan jaringan di daerah dapat segera teratasi.
“Kami menyampaikan bahwa masih ada sekitar 40 desa di Provinsi Bengkulu yang mengalami blank spot dan sinyal lemah. Tentu masyarakat di daerah tersebut juga berhak mendapatkan akses komunikasi dan internet yang baik. Karena itu kami datang untuk bersinergi dengan pemerintah pusat agar persoalan ini dapat segera ditangani,” ujar Helmi Hasan.
Menurutnya, pemerataan akses internet menjadi kebutuhan penting, tidak hanya untuk komunikasi, tetapi juga untuk mendukung sektor pendidikan, pelayanan publik, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
“Akses internet sangat penting karena banyak pelayanan kini telah berbasis digital. Oleh sebab itu, kami memerlukan dukungan Komdigi untuk mengatasi kondisi ini,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Viada Hafid, menyampaikan bahwa pemerintah pusat akan segera menindaklanjuti laporan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu.
“Kami akan segera memproses dan menghubungkannya dengan penyedia layanan melalui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital. Bengkulu akan menjadi salah satu prioritas dalam penanganan wilayah blank spot dan sinyal lemah,” kata Meutya.
Melalui koordinasi tersebut, diharapkan pembangunan infrastruktur digital di Bengkulu dapat semakin merata sehingga masyarakat di seluruh wilayah, termasuk desa-desa terpencil, dapat menikmati akses internet yang stabil dan berkualitas.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Bengkulu turut didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa; Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bengkulu, Ersan Syahfiri; Kepala Badan Penghubung Provinsi Bengkulu, Jimmy Hariyanto; serta Pelaksana Tugas Kepala Bidang E-Government, Oktriana Putra.
Sinergi antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Kementerian Komunikasi dan Digital RI ini menjadi langkah strategis dalam mendukung percepatan transformasi digital sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik bagi masyarakat.(Red)







