Bengkulu, GK – Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Drs. H. Sumardi, M.M, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Bengkulu pada sabtu (8/11). Sidak ini dilakukan menyusul keluhan masyarakat terkait antrean panjang kendaraan yang terjadi di berbagai daerah akibat langkanya pasokan bahan bakar minyak (BBM).
Menurut Sumardi, laporan antrean panjang terjadi hampir di seluruh wilayah Bengkulu, tepatnya di enam kabupaten dan kota, kecuali Rejang Lebong, Lebong, dan Kepahiang. Kondisi ini dinilai memprihatinkan, terutama menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru yang biasanya disertai peningkatan kebutuhan BBM.
“Padahal sekitar sepuluh hari yang lalu saya sudah berkunjung ke manajer Pertamina Patra Niaga, Pak Yusman, untuk mengingatkan agar jangan sampai BBM sulit menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Saat itu, beliau menyatakan kesiapan suplai dari Sumbar, Lampung, dan Lubuk Linggau,” ujar Sumardi.
Namun kenyataannya, kata Sumardi, masyarakat dari berbagai daerah seperti Bengkulu Utara, Seluma, Bengkulu Selatan, hingga Kota Bengkulu melaporkan bahwa banyak SPBU mengalami antrean panjang. Hasil pengecekan menunjukkan, pasokan BBM memang dikirim setiap pagi, tetapi habis pada sore hari.
“BBM memang dikirim, tapi dikirim pagi, habis sore. Jadi saya minta kepada Pertamina untuk mengantisipasi sesuai kuota yang tersedia, bahkan menambah stok jika perlu,” tegasnya.
Sumardi juga meminta agar Pertamina memantau secara ketat proses distribusi dari Lubuk Linggau, Sumatera Barat, maupun daerah pemasok lainnya.
“Jangan sampai masalah seperti ini berulang setiap akhir tahun. Hari ini saya sudah instruksikan agar segera diantisipasi supaya tidak terjadi kemacetan panjang di SPBU,” lanjutnya.
Ia menambahkan, jenis bahan bakar seperti Pertalite dan biosolar menjadi yang paling sulit ditemukan, sementara Pertamax dan Dexlite masih tersedia.
Sumardi menutup pernyataannya dengan mengingatkan seluruh kru Pertamina agar bekerja lebih sigap dan bertanggung jawab.
“Saya berharap ini tidak terjadi lagi. Setiap tahun masalahnya sama, padahal masyarakat sudah sangat bergantung pada BBM untuk aktivitas sehari-hari,” ujarnya.(Red)







