Akhiri Masa Jabatan, Rektor Retno Persembahkan Akreditasi Unggul untuk UNIB

Rektor Universitas Bengkulu (UNIB), Dr. Retno Agustina Ekaputri, S.E., M.Sc., saat melakukan Konferensi Pers, kamis (2/10).

Bengkulu, GK – Menjelang berakhirnya masa kepemimpinan periode 2021–2025, Rektor Universitas Bengkulu (UNIB), Dr. Retno Agustina Ekaputri, S.E., M.Sc., menorehkan capaian monumental. UNIB resmi meraih Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), sebuah pengakuan tertinggi dalam penilaian mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

“Alhamdulillah, ini menjadi kebanggaan bagi kita semua. Setelah melalui proses panjang, akhirnya UNIB berhasil meraih predikat tertinggi akreditasi nasional. Ini adalah amanah yang di awal kepemimpinan kami telah dijanjikan, dan kini bisa dituntaskan dengan baik,” ungkap Rektor Retno dalam konferensi pers, Kamis (2/10).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, akreditasi bukan sekadar simbol, melainkan bentuk pengakuan kualitas secara utuh oleh lembaga independen. Sebelumnya, UNIB juga telah meraih akreditasi internasional ACQUIN (Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute) berbasis di Jerman.yang berlaku di lebih dari 150 negara.

Selain akreditasi, masa kepemimpinan Retno juga ditandai dengan berbagai capaian penting, antara lain:

  • Progres pembangunan Rumah Sakit Pendidikan UNIB yang kini telah mencapai 80% dan ditargetkan soft launching pada awal tahun depan.
  • Masjid Baitul Hikmah yang tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga pusat bertukar pikiran dan aktivitas sivitas akademik.
  • Keterbukaan informasi publik yang semakin ditingkatkan.
  • Tiga tahun berturut-turut meraih Rekor MURI atas inovasi dan kontribusi akademik.
  • Prestasi Pojok Statistik UNIB yang dinobatkan sebagai terbaik nasional.
  • Penguatan layanan kesehatan melalui klinik yang diperuntukkan bagi mahasiswa dan sivitas akademika.

Hingga saat ini, UNIB memiliki 83 program studi yang menjadi basis penilaian akreditasi, serta 42 guru besar dengan sejumlah dosen yang tengah dalam proses pengajuan.

Mengenai pembangunan Rumah Sakit Pendidikan, Rektor Retno menyebutkan bahwa dukungan dari Saudi Fund sangat besar.

“Pada saat kunjungan terakhir, CEO Saudi Fund menyampaikan apresiasi atas progres cepat pembangunan rumah sakit kita. Bahkan, mereka membuka peluang untuk melanjutkan fase berikutnya,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, masa jabatan Dr. Retno sebagai Rektor UNIB akan berakhir pada 5 Oktober 2025. Menanggapi hal itu, ia menegaskan komitmennya untuk kembali mengabdi sebagai tenaga pendidik.

“Ya kalau sudah tidak rektor, kembali menjadi dosen sebagai pengajar,” ucapnya dengan senyum khas.

Dengan capaian tersebut, Retno menegaskan bahwa pencapaian ini adalah kerja kolektif seluruh sivitas akademika.

“Ini bukan keberhasilan seorang rektor semata, melainkan buah dari kerja sama, komitmen, dan doa bersama. Semoga UNIB semakin maju, unggul, dan bermanfaat bagi bangsa,” tutupnya.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *