GK, Bengkulu – Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menunjukkan ketegasannya saat melakukan inspeksi mendadak ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M. Yunus Bengkulu.
Kunjungan yang dilakukan pada Kamis (22/5) ini bertujuan untuk memastikan langsung kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit rujukan utama provinsi tersebut.
Dalam peninjauan tersebut, Mian menyusuri hampir seluruh sudut layanan kesehatan RSUD, mulai dari instalasi rawat jalan, ruang instalasi gawat darurat (IGD), hingga ruang inap pasien. Ia ingin memastikan bahwa masyarakat mendapatkan layanan yang cepat, tepat, dan layak, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Masalah kesehatan ini tidak bisa ditunda. Pelayanan harus cepat dan jelas. Kalau ada masalah, harus segera dibenahi. SOP-nya harus ditegakkan,” tegas Mian kepada para petugas dan manajemen RSUD M. Yunus.
Mian menyampaikan kekesalannya atas banyaknya laporan masyarakat yang mengeluhkan buruknya pelayanan di RSUD M. Yunus, khususnya terkait keterbatasan ruang rawat inap.
Ia mengungkapkan bahwa hanya dalam satu minggu terakhir, dirinya telah menerima enam keluhan langsung dari masyarakat melalui pesan WhatsApp.
“Selama seminggu ini, saya sudah enam kali dihubungi oleh keluarga pasien. Mereka mengeluh tidak mendapat ruangan di RSUD M. Yunus. Pasien datang dari jauh, dari Argamakmur, dari Kaur, tapi saat tiba mereka tak bisa langsung ditangani karena tidak ada kamar. Ini tidak bisa dibiarkan,” ungkapnya dengan nada serius.
Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan mutu layanan, Mian mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu di bawah kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan dan dirinya akan menambah anggaran pembangunan infrastruktur rumah sakit, khususnya untuk ruang inap yang selama ini menjadi persoalan utama.
“Tahun ini, menjadi salah satu terobosan Pak Gubernur. Kita akan menambah anggaran untuk pembangunan infrastruktur, termasuk perluasan ruang inap di RSUD M. Yunus. Ini harus dilakukan agar masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” ujarnya.
Sambil menunggu proses pembangunan rampung, Mian meminta kepada seluruh tenaga kesehatan dan manajemen rumah sakit agar meningkatkan profesionalisme dan kepedulian, terutama terhadap pasien yang datang dalam kondisi darurat.
“Sambil pembangunan dilakukan, petugas di lapangan juga harus lebih sigap. Prioritaskan pasien emergensi, jangan sampai mereka merasa tidak diurus,” tambahnya.
Menanggapi arahan tersebut, Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Peralatan Medis RSUD M. Yunus, dr. Widiyawati, menyatakan pihaknya siap mendukung penuh rencana pemerintah provinsi. Ia menilai penambahan ruang inap dan perbaikan sistem pelayanan seperti poli dan SISRUTE (Sistem Rujukan Terintegrasi) sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pasien.
“Harapan Pak Gubernur dan Wakil Gubernur adalah agar dalam lima tahun ke depan, rumah sakit ini jauh lebih baik. Pelayanan poli tidak lagi menumpuk, sistem rujukan menjadi lebih lancar, dan ruang inap juga sesuai standar akreditasi,” ujar Widiyawati.
Kunjungan ini menandai komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam memperkuat sektor kesehatan sebagai layanan publik yang fundamental. Dengan sinergi antara pemerintah dan tenaga kesehatan, diharapkan RSUD M. Yunus mampu menjawab tantangan dan menjadi rumah sakit andalan masyarakat Bengkulu.(Rs)







