GK, Bengkulu — Ribuan pencari kerja memadati Balai Raya Semarak dalam gelaran Job Fair Merah Putih yang diadakan Pemerintah Provinsi Bengkulu, Kamis (10/4). Antusiasme peserta mencerminkan harapan besar masyarakat akan terbukanya peluang kerja di tengah tantangan ekonomi saat ini.
Kegiatan yang digagas oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Bengkulu ini menggandeng puluhan perusahaan dari berbagai sektor. Tak hanya membuka lowongan pekerjaan, job fair ini juga dirancang sebagai ruang edukasi dan pendampingan bagi pencari kerja.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, yang hadir langsung di lokasi, mengapresiasi semangat luar biasa masyarakat untuk bekerja. Ia menyatakan bahwa acara ini merupakan bentuk nyata dari komitmen pemerintah dalam mengatasi pengangguran.
“Kita tidak menyangka semangat masyarakat Bengkulu dalam mencari pekerjaan begitu tinggi. Ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik ke depannya,” ujar Helmi Hasan.
Lebih lanjut, Helmi menyebutkan bahwa peluang kerja semakin terbuka, dan pihaknya mendorong masyarakat untuk memanfaatkan setiap kesempatan yang tersedia.
“Nanti kita juga akan memberikan bimbingan dalam proses pengisian data hingga mereka mendapatkan pekerjaan yang sesuai,” tambahnya.
Job fair ini dibagi ke dalam tiga zona fungsional. Kepala Disnakertrans Provinsi Bengkulu, Syarifudin, menyebutkan bahwa masing-masing area dirancang untuk memudahkan pencari kerja dari tahap persiapan hingga rekrutmen langsung.
“Di sini pencari kerja bisa langsung wawancara, menyerahkan lamaran, atau sekadar konsultasi. Semuanya kami fasilitasi,” ujar Syarifudin.
Ruang pertama difokuskan pada pelatihan membuat CV, pengisian formulir lamaran, dan simulasi wawancara. Ruang kedua menjadi pusat rekrutmen langsung, dengan lebih dari 40 perusahaan membuka kesempatan kerja. Sedangkan area luar dimanfaatkan sebagai ruang konsultasi dan pendampingan.
Melalui kegiatan ini, Pemprov Bengkulu berharap bisa menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan potensi sumber daya manusia lokal, serta menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berkelanjutan. (Rs)







