BENGKULU, GK — Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Dr. (H.C.) Sultan Bachtiar Najamudin, menegaskan komitmennya memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Bengkulu melalui perjuangan penambahan penerima bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).
Komitmen tersebut disampaikan saat penyerahan bantuan KIP Kuliah secara simbolis kepada mahasiswa Universitas Bengkulu (Unib) tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung dalam rangkaian kuliah umum bertajuk Green Democracy di Gedung Layanan Terpadu (GLT) Unib, Rabu (21/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Sultan Bachtiar Najamudin yang akrab disapa Bungsu menyoroti pentingnya dukungan pemerintah untuk memastikan keterbatasan ekonomi tidak menghalangi generasi muda melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Menurutnya, pembangunan bangsa membutuhkan sumber daya manusia berkualitas. Karena itu, pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi menjadi salah satu aspek penting yang harus terus diperjuangkan.
“Program KIP Kuliah ini merupakan wujud investasi pemerintah yang paling pasti dan paling berdampak dalam upaya meningkatkan jumlah mahasiswa unggul di Indonesia. Sebab, hampir semua negara maju itu cirinya adalah sumber daya manusianya unggul,” ujarnya.
Sultan menilai, bantuan KIP Kuliah tidak hanya membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan pendidikan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi akademik.
Dukungan tersebut menjadi semakin penting bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang menghadapi keterbatasan biaya untuk melanjutkan pendidikan setelah menyelesaikan sekolah menengah.
Sebagai Ketua DPD RI sekaligus putra daerah Bengkulu, Sultan menegaskan bahwa perjuangan memperluas manfaat program bantuan pendidikan bagi masyarakat daerah akan terus menjadi perhatiannya.
“Poinnya adalah saya ingin di periode saya ini sebanyak mungkin mahasiswa-mahasiswi Bengkulu, termasuk siswa yang program KIP itu, mendapatkan benefit atau mendapatkan manfaat sebanyak-banyaknya,” tegasnya.
Ia berharap penambahan kuota pada 2027 dapat memberikan kesempatan lebih luas kepada anak-anak Bengkulu untuk mengakses pendidikan tinggi.
Menurut Sultan, upaya memperluas penerima bantuan harus disertai dengan pengelolaan program yang tepat sasaran agar mahasiswa yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh manfaat secara optimal.
Selain memperjuangkan penambahan penerima, Sultan juga mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan bantuan yang diberikan dengan penuh tanggung jawab. Kesempatan memperoleh beasiswa harus diimbangi dengan kesungguhan dalam belajar, kedisiplinan, serta komitmen menyelesaikan pendidikan.
“Manfaatkanlah bantuan ini dengan sungguh-sungguh melalui kerja keras, kedisiplinan, dan fokus dalam menyelesaikan pendidikan hingga meraih prestasi akademik. Bantuan biaya ini harus menjadi motivasi untuk menggapai keberhasilan yang dicita-citakan,” pesannya.
Ia berharap mahasiswa penerima KIP Kuliah mampu memaksimalkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan prestasi dan kompetensi sehingga nantinya dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.
Sementara itu, Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si, mengapresiasi dukungan dan perjuangan Sultan Bachtiar Najamudin dalam memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya bagi masyarakat Bengkulu.
Rektor menilai KIP Kuliah merupakan program strategis untuk membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan hingga menyelesaikan studi. Program ini juga berperan dalam meringankan beban orang tua dalam membiayai pendidikan anak-anak mereka.
Pada 2026, Unib memfasilitasi sebanyak 716 mahasiswa penerima KIP Kuliah. Jumlah tersebut ditetapkan melalui proses seleksi berdasarkan sejumlah jalur yang tersedia sesuai ketentuan program.
“Total 716 mahasiswa penerima KIP Kuliah di Unib tahun ini. Sebelumnya, melalui seleksi jalur eligible, hanya 691 mahasiswa yang dinyatakan berhak menerima KIP Kuliah. Namun, setelah dilakukan perubahan desil kesejahteraan dan seleksi melalui jalur usulan masyarakat, terjadi penambahan sembilan dan 16 mahasiswa,” papar Prof. Indra.
Untuk mendukung kelancaran penyaluran bantuan, Unib juga memfasilitasi aktivasi rekening BNI bagi mahasiswa penerima manfaat. Fasilitas tersebut terutama diperlukan untuk penyaluran bantuan biaya hidup selama mahasiswa menempuh pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Prof. Indra berharap perjuangan Ketua DPD RI dalam mendorong penambahan kuota KIP Kuliah bagi mahasiswa Bengkulu dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.
Dengan bertambahnya kuota penerima, semakin banyak generasi muda di daerah diharapkan memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa terkendala keterbatasan ekonomi keluarga.
Di sisi lain, Rektor Unib mengungkapkan bahwa proses penetapan penerima KIP Kuliah masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait kesesuaian data kesejahteraan keluarga yang menjadi salah satu dasar penilaian dalam seleksi.
“Sejumlah mahasiswa mengalami hambatan untuk mendapatkan KIP Kuliah karena data kesejahteraan keluarga yang tercatat dalam sistem menunjukkan desil di atas batas yang dipersyaratkan untuk memperoleh bantuan,” ujarnya.
Menurut Prof. Indra, pembaruan dan verifikasi data kesejahteraan keluarga menjadi bagian penting untuk memastikan ketepatan penetapan penerima bantuan.
Melalui proses tersebut, mahasiswa yang memenuhi kriteria diharapkan dapat memperoleh kesempatan yang sesuai dengan ketentuan program.
Unib pun terus berupaya memperkuat akses pendidikan tinggi melalui pelaksanaan program KIP Kuliah. Selain memberikan dukungan kepada mahasiswa yang membutuhkan, program ini diharapkan mampu mendorong peningkatan prestasi akademik dan pengembangan kompetensi mahasiswa.
Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan para pemangku kepentingan dinilai penting untuk memperluas kesempatan belajar bagi generasi muda.
Dengan dukungan yang berkelanjutan, program KIP Kuliah diharapkan tidak hanya membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di Provinsi Bengkulu.(Red)






