BENGKULU, GK – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 2 Bengkulu mengambil bagian dalam mendukung operasi penyelamatan kru KM Prima Sentosa yang mengalami kebakaran di perairan Bengkulu pada Jumat (16/10/2023) malam.
Dalam upaya membantu kelancaran proses evakuasi, Pelindo mengerahkan Kapal Tunda TB. Bunga Raflesia untuk mendukung penanganan di laut. Selain itu, perusahaan juga mendirikan posko di Bahari Pelindo Bengkulu serta menyalurkan dukungan logistik bagi kebutuhan operasi di lapangan.
General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dr. Dimas Rizky Kusmayadi, S.H., M.H., M.Sc, menyampaikan bahwa keterlibatan Pelindo merupakan wujud kepedulian terhadap musibah yang menimpa KM Prima Sentosa sekaligus bentuk dukungan terhadap upaya kemanusiaan.
Setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut, Pelindo Regional 2 Bengkulu langsung melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk membantu penanganan kecelakaan kapal.
Dukungan dilakukan melalui pengerahan TB. Bunga Raflesia guna menunjang proses evakuasi di perairan. Sementara itu, di darat, posko di Kampung Bahari disiapkan untuk mendukung kebutuhan selama operasi penyelamatan berlangsung.
Pelindo juga menyediakan dukungan logistik sebagai bagian dari upaya membantu kelancaran proses penanganan yang melibatkan berbagai unsur terkait.
“Kami dari Pelindo Regional 2 Bengkulu mendukung penuh proses evakuasi KM Prima Sentosa. Kami mengerahkan Kapal Tunda TB. Bunga Raflesia, mendirikan posko di Bahari serta memberikan dukungan logistik untuk membantu proses evakuasi,” ujar Dimas.
Ia menegaskan bahwa keselamatan jiwa harus menjadi perhatian utama dalam menghadapi situasi darurat di laut. Karena itu, Pelindo berupaya memanfaatkan fasilitas dan sumber daya yang dimiliki untuk mendukung operasi penyelamatan.
Selain mengerahkan armada kapal, keberadaan posko dan bantuan logistik juga menjadi bagian dari kontribusi Pelindo dalam menunjang kebutuhan operasional selama proses evakuasi berlangsung.
“Selain turun prihatin atas insiden ini, Pelindo juga telah memberikan dukungan yang dibutuhkan dalam proses penanganan ini,” katanya.
Keterlibatan Pelindo Regional 2 Bengkulu dalam penanganan insiden tersebut memperlihatkan bahwa peran perusahaan kepelabuhanan tidak terbatas pada pelayanan pelabuhan dan aktivitas logistik. Dalam kondisi darurat, sumber daya yang tersedia juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung operasi kemanusiaan.
Melalui pengerahan TB. Bunga Raflesia, pendirian posko Bahari, serta bantuan logistik, Pelindo berupaya mendukung penanganan kecelakaan KM Prima Sentosa bersama instansi terkait.
Pelindo Regional 2 Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam mendukung penanganan kecelakaan KM Prima Sentosa hingga seluruh rangkaian proses evakuasi selesai.
Basarnas: Seluruhnya 26 Orang Selamat
Sementara itu, berdasarkan data resmi Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu dalam perkembangan operasi SAR, jumlah orang yang berada di atas KM Prima Sentosa diperbarui menjadi 26 orang.
Pada operasi SAR hari kedua, seluruh 26 orang yang berada di atas kapal atau person on board (POB) berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat setelah KM Prima Sentosa terbakar di perairan Provinsi Bengkulu.
Dalam operasi tersebut, tidak terdapat korban meninggal dunia maupun korban yang masih dalam pencarian.
Dari total 26 orang, sebanyak 13 orang lebih dahulu diselamatkan oleh KM Seroja 20. Sementara itu, 13 orang lainnya ditemukan di KM Prima Sentosa dan selanjutnya dievakuasi oleh KN 213 Bengkulu.
KN 213 Bengkulu kemudian turut mengevakuasi 13 korban yang sebelumnya berada di KM Seroja 20.
Dengan demikian, seluruh POB KM Prima Sentosa berhasil dievakuasi. Operasi penyelamatan mencatat tingkat keberhasilan evakuasi sebesar 100 persen, dengan rincian 26 orang selamat, nihil korban meninggal dunia, dan nihil korban hilang.(Red)






