BENGKULU, GK – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Bengkulu terus memperkuat dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui peningkatan literasi keuangan, pemanfaatan teknologi digital, serta perluasan akses pembiayaan perbankan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan talkshow yang mempertemukan pelaku UMKM dan perbankan untuk membahas strategi pengembangan usaha, pengelolaan keuangan, hingga peluang memperoleh pembiayaan guna meningkatkan kapasitas bisnis pada Minggu pagi (11/10) di Bencoolen Mall.
Manajer Humas Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu, Tulus, menekankan bahwa pengelolaan keuangan yang tertib menjadi salah satu faktor penting bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kepercayaan perbankan.
Menurutnya, pencatatan keuangan yang baik memungkinkan pelaku usaha mengetahui kondisi keuangan secara lebih terukur. Laporan tersebut juga membantu perbankan mengevaluasi kelayakan usaha dan kemampuan calon debitur dalam memenuhi kewajiban kredit.
Untuk mendukung upaya tersebut, BI Bengkulu mendorong pemanfaatan teknologi digital melalui Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK). Aplikasi ini dapat membantu pelaku UMKM mencatat transaksi dan menyusun laporan keuangan secara lebih terstruktur.
Selain itu, pelaku usaha didorong memanfaatkan layanan perbankan digital dan sistem kasir untuk meningkatkan efisiensi operasional serta memperbaiki tata kelola bisnis.
BI Bengkulu juga bekerja sama dengan Universitas Bengkulu dalam melakukan pendataan terhadap pelaku UMKM. Langkah ini bertujuan memperoleh gambaran mengenai kondisi dan keberlangsungan usaha sekaligus membantu pelaku usaha mempersiapkan diri dalam mengakses pembiayaan formal.
BI Ingatkan UMKM Selektif Memilih Pinjaman
Dalam kesempatan tersebut, Tulus turut mengingatkan pelaku UMKM agar berhati-hati dalam memanfaatkan layanan pinjaman daring.
Menurutnya, bunga dan biaya pinjaman yang tinggi berpotensi membebani keuangan usaha, terutama jika pembiayaan tidak diperhitungkan berdasarkan kemampuan membayar.
Pelaku usaha juga perlu memastikan legalitas penyedia pinjaman sebelum memutuskan menggunakan layanan pembiayaan.
Dengan memahami risiko dan kewajiban pembayaran, UMKM diharapkan dapat memilih sumber modal yang sesuai dengan kebutuhan usaha tanpa mengganggu keberlangsungan operasional.
Bank Sinarmas Salurkan KUR untuk Sektor Perkebunan dan Perdagangan
Sementara itu, perwakilan Bank Sinarmas, Radil, menjelaskan bahwa penyaluran pembiayaan UMKM di Bengkulu antara lain menyasar sektor perkebunan dan perdagangan.
Layanan pembiayaan tersebut menjangkau sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu Selatan, dan Bengkulu Utara, khususnya kawasan Ketahun.
Menurut Radil, nasabah yang dilayani berasal dari berbagai latar belakang usaha, termasuk petani kelapa sawit dan pedagang.
Ia menyebutkan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk UMKM oleh Bank Sinarmas di Bengkulu mencapai sekitar Rp1,2 triliun, dengan rata-rata penyaluran sekitar Rp16 miliar per bulan.
Selain KUR, Bank Sinarmas juga menyediakan fasilitas kredit usaha dengan plafon yang disesuaikan dengan skala bisnis dan kebutuhan nasabah. Untuk kategori usaha kecil, plafon kredit yang disebutkan berada pada kisaran Rp101 juta hingga Rp500 juta.
Radil menjelaskan, pelaku usaha yang ingin mengajukan pembiayaan pada prinsipnya perlu memiliki kegiatan usaha yang jelas dan telah berjalan sekurang-kurangnya dua tahun.
Meski demikian, pemberian kredit tetap melalui proses penilaian oleh pihak bank. Aspek yang diperhatikan mencakup kelayakan usaha dan kemampuan calon debitur dalam memenuhi kewajiban pembayaran.
Perkuat Akses Modal untuk Pertumbuhan Ekonomi
Kolaborasi antara Bank Indonesia, perbankan, perguruan tinggi, dan pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem usaha yang lebih kuat di Bengkulu.
Penguatan literasi keuangan, digitalisasi pencatatan usaha, serta peningkatan kesiapan administrasi diharapkan dapat membantu UMKM memenuhi persyaratan pembiayaan dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Dengan akses modal yang memadai dan pengelolaan usaha yang lebih profesional, UMKM diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, serta membuka peluang kerja baru.
Upaya tersebut sekaligus diharapkan memperkuat peran UMKM sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah dan meningkatkan kontribusinya terhadap kesejahteraan masyarakat Bengkulu.(Red)






